Sampai Akhir Tahun, BI Diperkirakan Tak Pangkas Suku Bunga

Ekonom Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memperkirakan sampai akhir tahun, Bank Indonesia tidak akan memangkas suku bunga sampai akhir 2019.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 September 2019  |  17:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Sembari menunggu dampak bagi sektor riil setelah dua kali pemangkasan suku bunga, Bank Indonesia diproyeksikan menahan suku bunga 5,50% pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia bulan ini.

Ekonom Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memperkirakan sampai akhir tahun, Bank Indonesia tidak akan memangkas suku bunga sampai akhir 2019.

Alasannya, Bank Indonesia akan memiliki bauran kebijakan lain untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengingat setelah dua kali pemangkasan sampai 50 basis poin belum banyak perubahan dalam transmisi kebijakan moneter.

"Misalnya BI bisa melonggarkan dengan macroprudential intermediation ratio [RIM], memperkuat pendalaman pasar keuangan melalui green sukuk. Inflasi juga sudah cukup stabil" kata Enrico, Rabu (18/9/2019).

Selain itu, dalam perspektif eksternal, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) masih diprakirakan 2,8% dari PDB. Angka ini hanya menurun tipis dari CAD 2018 yakni 3% dari PDB.

Dari segi harga minyak akibat meledaknya pabrik Aramco beberapa waktu yang lalu, Enrico memprakirakan meski bisa diatasi ada kemungkinan harga minyak naik meski tak lama.

Namun kondisi tersebut, menurut Enrico, perlu menjadi perhatian pemerintah dan bank sentral, utamanya dalam merumuskan kebijakan moneter dan stabilitas di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suku bunga acuan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top