Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Sesuaikan LTV KPR dan KKB Sesuai Profil Risiko Nasabah

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, relaksasi BI penting sebagai bentuk dukungan untuk bank. Namun, dia menekankan bahwa penyaluran pembiayaan akan tetap dilakukan masing-masing bank dengan tingkat perhitungan risiko masing-masing.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 20 September 2019  |  07:03 WIB
Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja menjawab pertanyaan saat halalbihalal bersama media di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja menjawab pertanyaan saat halalbihalal bersama media di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. akan tetap menyesuaikan rasio loan to value (LTV) dengan profil kredit nasabahnya meski Bank Indonesia (BI) telah merelaksasi rasio ini.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, relaksasi BI penting sebagai bentuk dukungan untuk bank. Namun, dia menekankan bahwa penyaluran pembiayaan akan tetap dilakukan masing-masing bank dengan tingkat perhitungan risiko masing-masing.

“LTV kami sesuaikan dengan kredit profile nasabah, yang penting sudah ada dukungan BI. Pelaksanaan akan disesuaikan dengan risk appetite masing-masing bank,” kata Jahja kepada Bisnis, Kamis (19/9/3019).

BI kembali menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen siang tadi. Ini merupakan kali ketiga suku bunga dipangkas sejak Juli 2019.

Selain memangkas suku bunga acuan, Rapat Dewan Gubernur BI juga memutuskan untuk merelaksasi LTV maupun financing to value (FTV) kredit properti dan uang muka kendaraan bermotor. BI memberikan batas maksimal pembiayaan yang ditanggung bank, atau rasio LTV, yang lebih tinggi untuk pembiayaan properti dan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan.

Kenaikan rasio LTV untuk kredit atau pembiayaan properti sebesar 5 persen. Uang muka untuk kredit kendaraan bermotor pada kisaran 5 persen hingga 10 persen.

Hingga semester I/2019, BCA telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai Rp90,71 triliun. Pembiayaan ini naik 11,2 persen secara year-on-year (yoy).

Sementara itu, untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) jumlah pinjaman yang sudah disalurkan BCA berkurang 1,5 persen secara yoy dan mencapai Rp48,19 triliun. Penurunan ini disebabkan berkurang drastisnya kredit sepeda motor sebesar 31,3 persen secara yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top