BRI Ramalkan Kredit Valas Membaik Setelah Perang Dagang Usai

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memperkirakan penyaluran kredit valas akan membaik jika perang dagang antara Amerika Serikat dan China mereda.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 24 September 2019  |  09:28 WIB
BRI Ramalkan Kredit Valas Membaik Setelah Perang Dagang Usai
Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hari Purnomo - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memperkirakan penyaluran kredit valas akan membaik jika perang dagang antara Amerika Serikat dan China mereda.

Corporate Secretary BRI Hari Purnomo mengatakan, jika perang dagang sudah berakhir maka ekspor Indonesia akan ikut terdorong. Hal ini bisa berimbas pada kembali sehatnya pertumbuhan kredit valas.

“Kedepan peluang membaiknya kredit valas sangat ditentukan oleh kondisi eksternal atau ekonomi global. Apabila kondisinya kondusif, trade war antara AS-China membaik tentunya dapat kembali mendorong pertumbuhan ekspor dalam negeri, dengan demikian demand kredit valas dalam negeri juga akan meningkat,” ujar Hari kepada Bisnis, Senin (23/9/2019).

Hingga Agustus 2019 nilai kredit valas yang disalurkan BRI mencapai 10% dari total pembiayaan yang dikeluarkan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, hingga akhir Juni 2019 nilai kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp888,32 triliun. Jika dihitung berdasarkan laporan ini, maka kredit valas yang disalurkan BRI pada periode yang sama sekitar Rp88 triliun.

“BRI selalu memitigasi risiko saat memberikan kredit valas kepada nasabah agar tidak terkena dampak negatif penurunan nilai rupiah atau penguatan kurs. Beberapa hal yang selalu dilakukan BRI, diantaranya: memberikan kredit valas kepada debitur yang memiliki cash flow dalam valas juga, atau memiliki orientasi  ekspor dan memberikan fasilitas hedging valas,” katanya.

Kondisi perekonomian global yang masih diwarnai perang dagang membuat penyaluran kredit denominasi valuta asing (valas) melambat hingga akhir semester I/2019.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir Juni 2019 nilai kredit valas yang sudah disalurkan tumbuh 6,62% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp801,55 triliun. Meski meningkat, pertambahan nilai kredit valas per akhir Juni 2019 tidak sebesar yang terjadi sebelumnya.

Pada akhir semester I/2018 kredit valas yang disalurkan bank tumbuh 16,45% yoy. Setahun sebelumnya, penyaluran pembiayaan valas juga tumbuh 8,74% yoy menjadi Rp645,51 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top