Hemat Biaya Operasional, CIMB Niaga Kembangkan Cabang Digital

PT Bank CIMB Niaga Tbk. atau BNGA mengonversi cabang konvensional menjadi cabang digital di Kemang, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Manajemen berharap hal tersebut berbuah kenaikan kinerja dua kali lipat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 September 2019  |  17:42 WIB
Hemat Biaya Operasional, CIMB Niaga Kembangkan Cabang Digital
Direktur Utama Bank CIMB Niaga Tigor Siahaan (kedua kanan) dan Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan (kedua kiri) meresmikan Digital Lounge ke-30 di Kemang, Jakarta, Kamis (26/9/2019). - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.comJAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. atau BNGA mengonversi cabang konvensional menjadi cabang digital di Kemang, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Manajemen berharap hal tersebut berbuah kenaikan kinerja dua kali lipat.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan bahwa cabang berkonsep digital atau Digital Lounge sejauh ini memberikan kontribusi positif. Perseroan per September 2019 memiliki 30 cabang berkonsep digital. Hingga akhir tahun bank menargetkan 35 cabang yang mengusung teknologi kekinian tersebut.

“Konsep ini sudah jalan 2 tahun terakhir. Saat ini pertumbuhan nasabah baru dari Digital Lounge sebanyak 30% secara tahunan,” katanya usai peresmian Digital Lounge Kemang, Jakarta, Kamis (29/9/2019).

Namun secara kontribusi secara total terhadap pertumbuhan nasabah baru, sumbangsih Digital Lounge masih kurang dari 10%. Pasalnya rasio cabang berkonsep digital terhadap total seluruh kantor cabang saat ini masih sekitar 7%.

Selain menggenjot akuisisi nasabah baru, cabang berkonsep digital juga memberikan efisiensi yang terbilang signifikan bagi perseroan. Digital Lounge membutuhkan jauh lebih sedikit sumber daya manusia. “Hanya 2--3 orang untuk setiap Digital Lounge,” jelasnya.

Selain itu bank juga dapat menghemat banyak biaya dari minimnya penggunaan kertas di kantor cabang berkonsep digital. Lebih jauh CIMB Niaga berharap otoritas dan regulator dapat memberikan dukungan untuk melakukan efisiensi lebih jauh lagi, seperti pembukaan rekening tanpa buku dan juga kartu.

“Saya rasa ke depan itu kira-kira bisa efisien lebih dari 35% untuk beban operasional. Kalau investasi [Digital Lounge], lebih kurang sama dengan cabang konvensional,” kata Lani.

Pada saat yang sama, Direktur Utama CIMB Niaga Tigor Siahaan mengatakan bahwa cabang berkonsep digital akan membantu perusahaan menekan rasio biaya dibandingkan dengan pendapatan (cost to income ratio/CIR) kurang dari 40%. Pada semester I/2019, CIR bank sebesar 49,40%.

“Pada saat yang sama kami juga banyak investasi terkait teknologi, sistem otomasi, robotik, dan sebagainya. Kami harap CIR itu setidaknya nanti bisa turun menjadi sekitar 45%,” katanya.

Dengan demikian hal itu akan berimbas pada rentabilitas perusahaan. Tigor berharap menekan CIR akan mendorong pertumbuhan laba bersih.

Berdasarkan presentasi analisi Juni 2019, laba bersih setelah pajak bank senilai Rp1,98 triliun atau naik 11,8% yoy. Capaian ini di bawah kinerja bank umum kelompok usaha (BUKU) IV yang membukukan pertumbuhan laba bersih 13,0% yoy pada periode yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cimb niaga

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top