Bank Mandiri & Pertamina Patungan Bangun Sentra Pengolahan Beras, Buat Apa Sih?

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Pertamina membangun Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kebumen, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi wujud komitmen kedua BUMN dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Tanah Air.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  17:16 WIB
Bank Mandiri & Pertamina Patungan Bangun Sentra Pengolahan Beras, Buat Apa Sih?
Penggilingan gabah - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Pertamina membangun Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kebumen, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi komitmen kedua BUMN dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Tanah Air.

Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Integrated Rice Center sendiri merupakan tahapan dalam Program Mewirausahakan Petani untuk mendukung petani setelah masa pratTanam & tanam, khususnya pada masa panen & pasca panen. Rencananya, SPBT ini akan membantu meningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan hampir 170.000 petani di Kebumen.

SPBT yang akan dibangun memiliki kapasitas produksi beras sebesar 3 ton/jam, dan akan dikelola oleh kelembagaan berbentuk perseroan terbatas. Tidak hanya mengolah gabah petani saja, SPBT ini nantinya juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat.

Alhasil, SPBT akan dapat berproduksi sepanjang musim serta tidak mematikan usaha pengolahan padi setempat. Dalam pembangunannya, SPBT ini juga akan dilengkapi dengan timbangan digital, gudang penyimpanan, perkantoran, dan tempat pembinaan.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar menyampaikan bahwa Program Mewirausahakan Petani ini sebelumnya telah dilaksanakan dan dirintis di Jawa Barat yang meliputi Indramayu, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Sumedang, Majalengka, Tasikmalaya, dan Ciamis, yang dikoordinasikan oleh BUMN di masing-masing wilayah melalui pembentukan kelembagaan perseroan terbatas.

“Sejalan dengan visi BUMN Hadir Untuk Negeri, kami mengimplementasikan program ini dengan mengusung pendekatan dari petani, oleh petani dan untuk petani. Harapannya, tentu petani akan memiliki kemampuan yang lebih, tidak hanya mengelola lahan pertanian, tapi juga dari sisi manajemen perusahaan,” katanya melalui siaran pers, Rabu (2/10/2019).

Dia menambahkan para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) disinergikan secara kelembagaan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk menghasilkan suatu usaha yang berskala ekonomi dan professional agar mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar secara berkesinambungan dalam jangka panjang.

Untuk memastikan kualitas hasil tanam pada program SPBT, PT yang dibentuk akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat untuk mendapatkan pembinaan tentang perencanaan tanam dan cara budidaya tani terbaik.

Sementara itu, pada permodalan PT tersebut akan didukung oleh Bank Mandiri dan Himbara untuk mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan distribusi Kartu Tani sesuai data dari Kementerian Pertanian/Dinas Pertanian agar petani dapat menikmati pupuk bersubsidi dari PIHC.

“Pendekatan ini telah dijalankan. Di SPBT Pamarican yang didukung oleh program CSR Bank Mandiri misalnya, lembaga PT Mitra Desa Pamarican kini telah membukukan nilai omset penjualan beras berkualitas unggul sebesar Rp18 miliar dari Januari sampai dengan Juli 2019 yang dinikmati bersama oleh petani setempat,” ujar Alexandra.

Dia melanjutkan, sinergi BUMN dan Pejabat Daerah setempat melalui program SPBT akan terus digalakkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah lain di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, bank mandiri

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top