Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BCA Masih Sanggup Gelontorkan Kredit Sindikasi Hingga Akhir Tahun

PT Bank Central Asia Tbk. menyatakan masih mampu menyalurkan kredit sindikasi untuk proyek infrastruktur pada kuartal terakhir tahun ini.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  19:36 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan mengenai kinerja keuangan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan mengenai kinerja keuangan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. menyatakan masih mampu menyalurkan kredit sindikasi untuk proyek infrastruktur pada kuartal terakhir tahun ini.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaadmadja menyampaikan likuiditas perseroan dalam kondisi aman yang membuat perseroan masih dapat melakukan ekspansi kredit ke sektor potensial seperti infrastruktur pemerintah.

"Saya tidak ingat angka sindikasinya, tetapi kami masih sangat siap dengan penyaluran sindikasi. Proyek pemerintah sangat potensial," katanya, usai acara peresmian PT BCA Multi Finance, Jumat (11/10/2019).

Berdasarkan laporan analyst meeting semester pertama tahun ini, loan to deposits (LDR) emiten berkode BBCA ini berada pada posisi 79,0 persen, naik tipis dari periode sama tahun lalu 77,0 persen.

Posisi ini, tergolong sangat aman dari posisi industri perbankan yang pada paruh pertama tahun lalu sudah berada pada 94,98 persen.

Hal ini mengartikan bahwa perseroan masih memiliki ruang yang cukup untuk meningkatkan kredit , khususnya untuk segmen korporasi yang membutuhkan penyaluran fasilitas kredit dalam nilai besar.

Adapun, perseroan menyalurkan kredit sindikasi senilai Rp38,13 triliun pada semester pertama tahun ini. Oustanding ini naik 17,11 persen net dari posisi akhir tahun 2018 yang tercatat Rp32,56 triliun.

Berdasarkan data Bloomberg, beberapa pelaku usaha yang dibiayai antara lain PT DSSP Energi Sejahtera, PT Dayasa Aria Prima,  PT Buana Finance Tbk., PT Jasamarga Probolinggo, dan PT JTD Jaya Pratama.

Sebagai informasi, penyaluran kredit sindikasi industri perbankanan sepanjang tahun ini masih belum terlalu tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Sampai akhir Agustus 2019, kredit sindikasi tercatat US$15,86 miliar, atau baru setengahnya pencapaian tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top