Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gopay, Dana, dan Ovo Diyakini Tidak Bisa Menyaingi Bank

Keberadaan perusahaan teknologi finansial (tekfin) sebagai salah satu pemain baru dalam upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan dianggap tak akan menggantikan peran bank sebagai lembaga keuangan utama.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  13:42 WIB
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA — Keberadaan perusahaan teknologi finansial (tekfin) sebagai salah satu pemain baru dalam upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan dianggap tak akan menggantikan peran bank sebagai lembaga keuangan utama.

Menurut pengamat perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto, perusahaan tekfin tak akan bisa menggantikan peran bank. Alasannya, lembaga keuangan berjenis tekfin dibatasi ruang geraknya yakni hanya bisa berada di lingkung pendanaan atau pembiayaan.

“Tekfin hanya melakukan salah satu sisi saja, enggak bisa lakukan keduanya. Jadi entah mereka sebagai penghimpun dana atau uang elektronik seperti OVO, Dana, GoPay, atau penyalur pembiayaan seperti Kredivo,” ujar Doddy kepada Bisnis, Selasa (15/10/2019).

Kehadiran tekfin sebagai pelaku di industri jasa keuangan dianggap wajar dan masih dalam tahap normal. Penggerusan pasar bank, baik di sisi pendanaan atau pembiayaan, diakui pasti ada. Namun, porsi pengurangan peran bank ini diprediksi tak terjadi signifikan.

Prediksi ini muncul karena tekfin dianggap memiliki banyak keterbatasan dibanding bank. Sebagai contoh, banyak lembaga tekfin yang membatasi kemampuan menampung dana masyarakat dengan nilai sekian juta rupiah. Sementara pada bank tak ada batasan maksimal dana yang bisa ditaruh nasabah.

“Dalam aspek pinjaman juga. Untuk pinjaman ritel mungkin bisa kalau kita beli kulkas atau TV misalnya bisa dilayani tekfin lending. Tapi kalau butuhnya kredit miliaran tetap saja orang butuh [lembaga keuangan] formal,” ujarnya.

Keyakinan akan bertahannya bank sebagai aktor utama pelaku inklusi keuangan juga disampaikan Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan. Menurutnya, selama ini perseroan telah berpartisipasi demi meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Salah satu kegiatan CIMB Niaga demi meningkatkan inklusi dan edukasi keuangan adalah menyambangi lembaga pendidikan untuk memberi pemahaman anak didik terkait produk perbankan.

Kemudian, CIMB Niaga juga menyediakan fitur Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar), hingga tabungan Xtra khusus untuk mahasiswa yang bisa dibuka melalui Digital Lounge di sejumlah universitas.

“Juga untuk segmen yang tadinya unbankable seperti para pengemudi Gojek, Grab, bisa membuka tabungan lewat rekening ponsel dan tabungan. Ini juga bukti masih ada peluang kerjasama antara bank dan tekfin,” ujar Lani kepada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek fintech ovo
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top