Bank Permata Gandeng Amartha Salurkan Kredit Khusus untuk Perempuan

PT Bank Permata Tbk. akan lebih gencar melakukan kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial (tekfin) berbasis pinjaman daring, Amartha, untuk menjangkau nasabah wanita yang ada di pelosok.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 07 November 2019  |  20:53 WIB
Bank Permata Gandeng Amartha Salurkan Kredit Khusus untuk Perempuan
Nasabah bertransaksi di banking hall Bank Permata, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk. akan lebih gencar melakukan kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial (tekfin) berbasis pinjaman daring, Amartha, untuk menjangkau nasabah wanita yang ada di pelosok.

Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah mengatakan, kerja sama antara perseroan dengan Amartha sebenarnya telah terjalin lama. Akan tetapi, Bank Permata menganggap kerja sama ini harus lebih diintensifkan.

“Jadi kami kan enggak ada cabang di pasar, desa, kabupaten. Kalau mau turun sendiri kan susah. Jadi kami kerja sama dengan Amartha. Nah Amartha ini dulu nggak punya bank partner, sekarang sudah besar dan berapa ratus ribu ibu-ibu dibantu,” kata Ridha di konferensi pers acara Unite for Education Sustainability Forum (UFE) 2019, Jakarta, Kamis (7/11).

Amartha merupakan tekfin yang fokus membiayai pengusaha kelas mikro dengan sistem tanggung renteng. Uniknya, seluruh pengusaha mikro yang dilayani Amartha merupakan wanita. 

Hingga saat ini perusahaan tekfin ini telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp1,5 triliun kepada lebih dari 300.000 pengusaha mikro. Tingkat pembiayaan bermasalah Amartha diklaim mendekati 0%.

Pada kesempatan yang sama Ridha juga menjelaskan alasan Bank Permata mengambil tema “Perempuan Pencipta Perubahan” dalam penyelenggaraan UFE ke-9 tahun ini. Menurutnya, tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi bangsa.

“Dengan program ini kami berharap dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan khususnya bagi perempuan, anak muda, serta penyandang disabilitas,” tuturnya.

Menurut Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, kolaborasi yang dilakukan Bank Permata dengan Amartha membantu misi otoritas meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Sebagai catatan, saat ini tingkat inklusi keuangan masyarakat telah mencapai 75%. Akan tetapi, tingkat literasi keuangan masih ditargetkan mencapai 35%.

Sarjito berharap ke depannya bank tidak hanya fokus menggarap pasar dari segmen pengusaha besar. Penjajakan program untuk masyarakat kecil disebutnya harus dilakukan, karena ada potensi besar dari calon nasabah yang selama ini belum terjamah layanan keuangan.

“Dulu wanita itu terjebak ke bank titil yang bunganya besar sekali. Jadi saya harap perbankan jangan berpikir ke[nasabah] big fish saja. Bahwa ternyata ekonomi indonesia ditopang UMKM dan mereka lebih taat [membayar kredit],” ungkap Sarjito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank permata

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top