Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Askrindo Mencatat Kenaikan Penjaminan Kredit Non Subsidi di Jayapura

PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) cabang Jayapura membukukan peningkatan penjaminan kredit (underwriting) di beberapa sektor non subsidi (Kredit Usaha Rakyat/KUR) pada periode tahun berjalan per Oktober 2019.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 November 2019  |  16:18 WIB
Karyawan memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang produk asuransi kecelakaan diri atau personal accident insurance di booth Askrindo pada Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2018 di Jakarta, Jumat (5/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Karyawan memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang produk asuransi kecelakaan diri atau personal accident insurance di booth Askrindo pada Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2018 di Jakarta, Jumat (5/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAYAPURA - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) cabang Jayapura membukukan peningkatan penjaminan kredit (underwriting) di beberapa sektor non subsidi (Kredit Usaha Rakyat/KUR) pada periode tahun berjalan per Oktober 2019.

Hal itu seiring dengan upaya perusahaan asuransi pelat merah ini mendukung proyek-proyek infrastruktur di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang diinisiasi oleh pemerintah.

"Peningkatan produksi tersebut terlihat dari peningkatan pendapatan non-KUR yang mengalami peningkatan 5,96% menjadi Rp16 miliar dari Rp15,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu," Kepala Cabang Askrindo Jayapura Adriaan Latupeirissa saat kunjungan media ke kantor cabang Askrindo Jayapura dan Pasar Mama, Kamis (14/11/2019).

Adapun di dalamnya, pendapatan dari asuransi kredit kecil tercatat naik 8,87% menjadi Rp13,5 miliar secara year to date (ytd) per Oktober 2019 dari Rp12,4 miliar pada periode yang sama 2018.

Secara total, Askrindo cabang Jayapura mencetak kenaikan pendapatan underwriting sebesar 5,01% secara tahunan (year-on-year) per Oktober 2019.

Askrindo yang masuk ke Papua pada 2013 saat ini telah memiliki dua kantor yaitu di Jayapura dan Sorong serta dua kantor pemasaran di Manokwari dan Merauke.

Bersama dengan BUMN lain yang tergabung dalam Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, perseroan turut berkontribusi mendirikan Pasar Mama Mama Papua di Jayapura.

"Melalui Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, yaitu kumpulan BUMN-BUMN yang berkontribusi pada pendanaan proyek proyek di wilayah 3T, salah satunya proyek Pasar Mama Mama di Jayapura, Askrindo pun turut berkontribusi pada Yayasan tersebut sebesar Rp1 miliar," imbuh Adriaan.

Pasar yang didominasi oleh pedagang dari kalangan ibu-ibu di Papua atau yang akrab disapa "mama" ini menjual beragam hasil bumi seperti buah-buahan dan sayur-mayur hingga ikan khas Cakalang Fufu. 

Bangunan berlantai empat ini memang baru terisi pada lantai 1 dan lantai 2. Beberapa pedagang mengklaim, apabila berdagang di lantai 3 atau lantai 4 tak menarik bagi pembeli karena tidak tersedia fasilitas lift.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

askrindo
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top