Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Bank Bergabung Dalam Inisiatif Keuangan Berkelanjutan

Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) resmi menyambut bergabungnya lima bank nasional sebagai anggota baru. 
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 27 November 2019  |  14:51 WIB
Warga melintasi galeri anjungan tunai mandiri (ATM) di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (5/8/2019). - ANTARA/Aditya Pradana Putra.
Warga melintasi galeri anjungan tunai mandiri (ATM) di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (5/8/2019). - ANTARA/Aditya Pradana Putra.

Bisnis.com, JAKARTA – Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) resmi menyambut bergabungnya lima bank nasional sebagai anggota baru. 

Kelima anggota baru tersebut adalah, PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT OCBC NISP Tbk., PT Maybank Indonesia Tbk., PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank Mandiri Syariah. Dengan demikian, 13 anggota IKBI kini mewakili 60% aset perbankan nasional.

Meluasnya jaringan keanggotaan IKBI diharapkan dapat menjadi katalis bagi pemerataan peningkatan kinerja bank nasional dalam hal integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) pada strategi bisnisnya.

Ketua IKBI, sekaligus Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan langkah ini penting guna mendongkrak peluang bisnis keuangan berkelanjutan yang inovatif dengan membangun solusi-solusi keuangan baru.

“Harapan kami, agar para anggota IKBI dapat menjadi pionir yang meningkatkan peran sektor keuangan dalam mendorong para nasabah untuk menerapkan transformasi praktik berkelanjutan yakni memitigasi risiko keberlanjutan pada portofolio dan beralih pada peluang ekonomi global yang rendah karbon dan tahan terhadap perubahan iklim," katanya seperti dikutip dari siaran pers IKBI, Rabu (27/11/2019).

Dia menuturkan ekonomi di Tanah Air dewasa ini tengah berada pada masa transisi menuju pembangunan ekonomi rendah karbon.

Berdasarkan Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, emisi gas rumah kaca (GRK) paling banyak dihasilkan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang melibatkan sektor perubahan tata guna lahan dan gambut, energi, industri, pertanian, dan limbah.

Apabila kegiatan bisnis saat ini tidak merubah cara-cara produksinya untuk lebih efisien dan rendah emisi, maka target penurunan emisi GRK Indonesia pada 2030 tidak akan tercapai.

Sektor jasa keuangan mempunyai peranan kunci di dalam mengembangkan kebijakan yang dapat meningkatkan kinerja praktik berbagai industri guna menurunkan emisi GRK.

Hal ini juga sudah menjadi perhatian para regulator di tingkat global termasuk Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan Peraturan No. 51 Tentang Keuangan Berkelanjutan di Indonesia sebagai respon terhadap kondisi dimaksud.

Bank Indonesia pun menunjukkan komitmennya untuk ikut serta dalam pengelolan risiko iklim dengan bergabung menjadi anggota the Network for Greening the Financial System (NGFS). Sebuah platform regulator keuangan global untuk mengatasi risiko perubahan iklim.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pembangunan pasar modal yang berkelanjutan. "BEI telah bergabung dengan Sustainable Stock Exchange Initiative, perkumpulan bursa-bursa dunia yang menitikberatkan pada program-program keuangan berkelanjutan."

Sementara itu, Focal Point Sekretariat IKBI mewakili WWF-Indonesia, Rizkiasari Yudawinata menjelaskan Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, oleh karena itu penting agar lembaga jasa keuangan (LJK) mulai mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko-risiko iklim dan peluang di dalam masa transisi menuju ekonomi rendah karbon dan ramah lingkungan ini.

“Dengan bergabung bank di IKBI, yang didirikan oleh delapan bank dan WWF-Indonesia pada tahun 2018, bank-bank dapat memanfaatkan plaform yang ada guna meningkatkan kapasitas dan pengetahuan terkait integrasi lingkungan, sosial dan tata kelola (LST), memperluas peluang bisnis yang menerapkan prinsip keberlanjutan dan memfasilitasi dialog dengan para pemangku kepentingan seperti regulator, investor, dan lainnya.” tambah Rizkiasari.

ANGGOTA BARU

Direktur Compliance, Corporate Affairs dan Legal, CIMB Niaga Fransiska Oei menyampaikan pertumbuhan usaha perlu memastikan kelestarian alam.

"Karena itulah kami mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan perluasan akses masyarakat ke layanan keuangan sehingga dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik,” katanya.

Direktur Bank OCBC NISP, Joseph Chan menyampaikan perseroan memahami bahwa bisnis yang bertanggung jawab adalah yang memiliki komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan sekitarnya.

"Bergabung dengan IKBI berarti memperkuat sinergi antar lembaga demi mendukung terciptanya transformasi praktik keuangan berkelanjutan,” ujarnya.


Presiden Direktur HSBC Indonesia Sumit Dutta menuturkan instansi keuangan bisa menjadi katalis perubahan dan menciptakan medan bermain yang setara dalam keuangan berkelanjutan.

"Upaya ini tentunya sangat membantu dalam mengatasi perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top