Bank Mulai Genjot Pendapatan Nonbunga

Pertumbuhan pendapatan nonbunga (fee based income/FBI) industri perbankan semakin membaik hingga kuartal III/2019. Hal ini menunjukkan mulai efektifnya diferensiasi layanan perbankan untuk meraih laba.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  23:45 WIB
Bank Mulai Genjot Pendapatan Nonbunga
suku bunga

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan pendapatan nonbunga (fee based income/FBI) industri perbankan semakin membaik hingga kuartal III/2019. Hal ini menunjukkan mulai efektifnya diferensiasi layanan perbankan untuk meraih laba.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Otoritas Jasa Keuangan, pertumbuhan FBI perbankan per September 2019 mencapai 9,52% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp60,36 triliun. Laju pertumbuhan ini lebih kencang dibanding periode yang sama pada 2018.

Pertumbuhan kencang pendapatan nonbunga industri perbankan ditopang bank-bank pada Bank Umum Kelompok Usaha IV (BUKU IV). Berdasarkan data yang sama, laju kenaikan pendapatan nonbunga kelompok bank bermodal besar ini mencapai 11,64% yoy menjadi Rp40,09 triliun.

Pertumbuhan kencang pendapatan nonbunga juga dialami bank pada BUKU II yang mencapai 20,33% yoy. Sementara FBI pada BUKU III hanya tumbuh 2,97% yoy dan BUKU I turun 17,8% yoy.

Menurut analis dari PT Bank Central Asia (Persero) Tbk. David E Sumual, tren kenaikan pendapatan nonbunga (non interest income) perbankan sebenarnya telah terjadi sejak 2015. Pertumbuhan ini disinyalir terjadi karena margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan cenderung menipis tiap tahun.

“Porsinya [pendapatan nonbunga dari seluruh pendapatan bank] sampai Agustus itu 32%. Nah kalau lihat September kemungkinan sudah lebih dari 32%,” ujar David kepada Bisnis, Senin (2/12).

David memprediksi ke depannya tren pertumbuhan pendapatan nonbunga akan semakin positif. Jika hal ini terbukti, maka apa yang terjadi di industri perbankan Indonesia disebutnya bukan merupakan hal aneh.

Menurut David, saat ini sudah banyak bank dari negara lain yang mengedepankan pendapatan nonbunga untuk menjaga laba perseroan. Diandalkannya pendapatan nonbunga juga dianggap wajar terjadi di tengah ketatnya persaingan suku bunga pasca Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan hingga total 100 basis poin (bps) sejak Juli 2019.

“Sekarang banyak bank yang mulai eksplorasi pendapatan nonbunga dan memang harusnya disitu dieksplor lebih dalam. Misalnya FBI dari sektor perdagangan internasional, dari kartu kredit, dari wealth management dan macam-macam. Itu kan juga sekarang banyak misalnya pembayaran tagihan dan semacamnya via bank,” tuturnya.

Sebagai catatan, per September 2019 total pendapatan nonbunga industri perbankan mencapai Rp284,55 triliun, Jumlah itu setara 31,47% dari seluruh pendapatan industri perbankan yakni Rp904,16 triliun.

Menurut David, upaya bank memperbesar pendapatan nonbunga memang terdisrupsi dengan kehadiran perusahaan teknologi finansial. Akan tetapi, hal ini disebutnya menimbulkan persaingan sehat yang akan berdampak positif bagi perkembangan pendapatan berbasis komisi.

“Ini jadi persaingan sehat. Jadi kita inovasi juga mencari celah-celah  pendapatan nonbunga yang belum digali optimal. Semuanya berpotensi karena kan [pendapatan nonbunga] masih kecil porsinya. Misal sektor bank asuransi masih bisa berkembang pesat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Suku Bunga

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top