Tambah Modal, BTN Sekuritisasi Aset Rp2 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meningkatkan kecukupan modal mereka dengan melakukan sekuritisasi aset Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui instrumen Efek Beragun Aset-Surat Partisipasi (EBA-SP).
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  10:25 WIB
Tambah Modal, BTN Sekuritisasi Aset Rp2 Triliun
KPR - uangteman.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meningkatkan kecukupan modal mereka dengan melakukan sekuritisasi aset Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui instrumen Efek Beragun Aset-Surat Partisipasi (EBA-SP).

Penerbitan EBA-SP ini dilakukan BTN bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Nilai EBA-SP BTN dan SMF ini mencapai Rp 2 triliun.

Dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Direktur Finance, Planning & Treasury BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebut penerbitan EBA-SP ini membuat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan aman hingga 2020.

“Tahun 2020 kami tetap berkomitmen mendukung Program Sejuta Rumah yang diinisiasi Pemerintah, sehingga rasio kecukupan modal kami harus aman. Dengan EBA-SP SMF-BTN 05 kami dapat meningkatkan CAR sekitar 0,08% setelah dilakukannya transaksi sekuritisasi,“ kata Nixon, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Menurut Nixon, BTN bisa lebih leluasa melakukan ekspansi kredit perumahan rakyat yang selama ini menjadi bisnis utamanya. Dia juga menyebut, dengan prinsip true sale maka pendanaan melalui penerbitan EBA-SP tidak perlu dikembalikan.

Prinsip truesale yang dimaksud adalah ketika BTN menjual putus portofolio KPR berkualitas baik. 

BTN juga disebutnya berpotensi meraup pendapatan nonbunga atau fee based income (FBI) Rp23 miliar per tahun dari penerbitan EBA-SP ini.

“Dengan menjadi kreditur asal, dan penyedia jasa/servicer dalam EBA-SP SMF-BTN 05, BTN juga berpotensi meraup pendapatan non bunga atau fee based income sebesar kurang lebih Rp23 miliar per tahun,” katanya.

Dengan EBA-SP SMF-BTN 05, BTN genap melakukan  12 kali sekuritisasi aset sejak 2009 hingga kini. Total nilai EBA yang tercatat mencapai Rp11,65 triliun.

“Dari seluruh transaksi sekuritisasi BTN baik KIK-EBA maupun EBA-SP, sebanyak 7 transaksi EBA telah dilunasi seluruh outstanding EBA kelas A-nya dengan nilai total sekitar Rp3,8 triliun sehingga makin mengukuhkan rating id.AAA atau triple A yang disematkan Pefindo,” katanya.

Nixon menekankan, EBA-SP SMF-BTN 05  dengan weighted average life 9,09 tahun bisa menjadi opsi investasi di tengah fluktuasi IHSG saat ini. Apalagi instrumen investasi berating AAA (tripe A) tersebut bisa memberikan tambahan spread antara 195-197 basis poin (bps) dibandingkan instrumen Surat utang Negara dengan tenor yang sama.

EBA-SP SMF-BTN 05 yang bernilai Rp2 triliun dinagi dalam tiga kelas. Pertama, EBA Kelas A seri A1 senilai Rp574 miliar dan EBA kelas A seri A2 senilai Rp1,14 triliun ditawarkan melalui penawaran umum.

Kedua, EBA kelas M senilai Rp24 miliar dan EBA kelas B senilai Rp260 miliar ditawarkan melalui penawaran terbatas.

Suku bunga masing-masing kelas EBA-SP ditetapkan untuk Seri A1 sebesar 8,50% dan Seri A2 8,75%. EBA-SP seri A ini mendapatkan rating id.AAA.

 “Pelaksanaan transaksi Sekuritisasi dan berinvestasi di EBA-SP berarti telah mendukung upaya dan program pemerintah dalam hal financial deepening.  Sehingga di masa datang, transaksi sekuritisasi secara konsisten akan terus dilakukan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top