Ingin Memberangkatkan Umrah Orang Tua

Demi niat baik, Diana Ayu Dwi Apriliani ingin memberangkatkan umrah orang tuanya. Gadis berusia 21 tahun itu, berikhtiar dengan bekerja sebagai community officer di sebuah bank syariah.

Bisnis.com, JAKARTA -- Demi niat baik, Diana Ayu Dwi Apriliani ingin memberangkatkan umrah orang tuanya. Gadis berusia 21 tahun itu, berikhtiar dengan bekerja sebagai community officer di sebuah bank syariah.

Sebagian penghasilannya disisihkan untuk biaya umrah orang tuanya. Sudah 3 tahun Diana bekerja sebagai bankir pemberdaya di lapangan (community officer).

Dia bertugas memberikan pembinaan pada nasabah prasejahtera di daerah Kalipuro, Banyuwangi.

Tiga tahun lalu, Diana tidak menyangka akan menjadi bankir pemberdaya. Lulus dari sekolah menengah kejuruan, dia sempat ragu mau bekerja apa.

Ingin melanjutkan sekolah, apa daya keterbatasan biaya membuat dirinya mengurungkan niat.

Semula dia melihat pengumuman pekerjaan sebagai community officer di sebuah bank syariah. Batinnya pun tergerak untuk daftar.

Gadis asal Jember ini kemudian melakukan tes secara langsung di Universitas Jember.

“Saya dulu melihat ada tulisan pengumuman dibutuhkan karyawan di rumah-rumah. Lalu ikut tes saja di Unej Jember. Eh, keterima, langsung masuk. Ditempatkan di Banyuwangi,” ujarnya di sela-sela pembinaan nasabah di Sentra Ketapang Rizky, Desa Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, baru-baru ini.

Sebagai bankir pemberdaya, tugas Diana mulai dari melakukan kunjungan ke nasabah, memberi pendampingan ke nasabah sebelum proses pencarian pinjaman, pembinaan hingga jemput bola angsuran dari para debitur.

Dia membawahi 40 komunitas atau sentra. Adapun di satu sentra ada sekitar 10-20 nasabah. Seluruh nasabah adalah wanita. Dengan jumlah itu, Diana bisa menemui masing-masing komunitas minimal 2 minggu sekali.

“Jadi sehari harinya, saya melakukan kunjungan ke beberapa tempat nasabah dan juga melakukan survey nasabah baru,” terang Diana.

Semula dia ragu apakah bisa bekerja sebagai bankir pemberdaya. Bahkan, dia di awal-awal merasa takut. Pasalnya, syarat pertama harus bisa naik motor, sedangkan dia awal-awal belum lancar mengendarai motor.

Apalagi harus berada di luar daerah tempat tinggalnya. Diana harus bertemu dengan ibu-ibu yang rata-rata berumur jauh di atasnya. Dia sempat tidak percaya diri. Terlebih lagi dirinya adalah lulusan SMK.

Namun lambat laun kepercayaan dirinya pun muncul, seiring dengan semakin seringnya bertemu dengan berbagai macam karakter ubu-ibu di beberapa tempat yang ia kunjungi.

Buah hasil kerja kerasnya selama ini juga membawa berkah bagi keluarganya. Diana mampu mengumpulkan sedikit demi sedikit hasil kerjanya untuk diberikan kepada orang tuanya sebagai bakti seorang anak.

Dari hasil jerih payahnya bekerja itu, Diana terbersit niat baik untuk memberangkatkan orang tuanya ibadah umrah ke Tanah Suci.

“Semoga tidak lama lagi ibu bisa berangkat umrah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

# Hot Topic

Rekomendasi Kami

Foto

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper