Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fraksi PKB Usul Pemerintah Pakai PMN Selesaikan Jiwasraya

Saat ini, Jiwasraya dilaporkan membutuhkan dana segar sebesar Rp 16,13 triliun demi meningkatkan likuiditas perseroan hingga tahun depan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  20:31 WIB
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya - JIBI/Dedi Gunawan
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk melakukan skema Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam menyelesaikan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Menurutnya, skema ini cenderung lebih aman dan cepat untuk menutupi kebutuhan Jiwasraya.

Adapun Perseroan tengah menghadapi dua persoalan serius, yakni seretnya likuiditas hingga defisit kecukupan modal berdasarkan risiko perusahaan asuransi atau risk base capital (RBC). 

Saat ini, Jiwasraya dilaporkan membutuhkan dana segar sebesar Rp 16,13 triliun demi meningkatkan likuiditas perseroan hingga tahun depan.

Selain itu, Jiwasraya butuh dana segar hingga Rp 32,89 triliun demi menaikkan rasio kecukupan modal sesuai standar minimal, yakni 120 persen dari modal minimum berbasis risiko (MMBR). Saat ini, rasio kecukupan modal Jiwasraya minus 805 persen.

Ketua DPP PKB itu mengatakan skema penyelesaian secara B2B (business to business) seperti yang diupayakan selama ini belum dapat dikatakan menemui titik terang guna menyelamatkan Jiwasraya.

Sedangkan, menurutnya, Jiwasraya sebagai BUMN cukup penting karena berkaitan langsung dengan banyak nasabah yang merupakan masyarakat Indonesia.

“Hak para nasabah itu yang harus jadi prioritas utama, Nggak ada jalan selain segera menyelamatkan keuangan Jiwasraya melalui skema PMN.” kata Marwan dalam keterangannya, Senin (20/1/2020).

Selain itu, Marwan optimis setelah pengusutan kasus korupsi dalam direksi, prospek perusahaan asuransi pelat merah itu akan lebih jelas.

Sebab, menurut Marwan, akar persoalan Jiwasraya adalah pada pengelolaannya yang buruk karena korupsi oknum direksinya. Setelah bersih-bersih berhasil, dilakukan, lanjut dia, prospek Jiwasraya akan membaik karena bakal dijalankan oleh orang-orang yang tepat.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatawarta menyebut pihaknya sudah membahas sekelumit persoalan Jiwasraya dengan Kementerian BUMN mengenai skema penyelamatan perusahaan asuransi tertua tersebut. 

Namun, Isa menyatakan tidak akan menambah modal suatu BUMN, apabila prospeknya belum jelas. Yang pasti, kata Isa penyelamatan Jiwasraya tidak akan dilakukan dengan skema PMN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkb jiwasraya
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top