SMI Beri Utang 24 Pemda Rp4,6 Triliun pada 2019

Pembiayaan yang diberikan SMI kepada Pemda digunakan untuk membangun infrastruktur.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  16:42 WIB
SMI Beri Utang 24 Pemda Rp4,6 Triliun pada 2019
Ilustrasi - Kerusakan struktur akibat pembangunan proyek kereta cepat KCIC. Pemkab Purwakarta mendesak KCIC segera melakukan perbaikan Jalan Darangdan Nanggeleng (Jalan Militer) serta di Jalan Wilayah Cikao Bandung. - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) telah memberikan pembiayaan kepada 24 pemerintah daerah hingga akhir 2019.

 Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menuturkan proyek yang dibiayai dengan pinjaman dari perusahaan tersebar mulai dari pembangunan rumah sakit daerah, jalan hingga jembatan. Total komitmen pinjaman yang diberikan mencapai Rp4,61 triliun. Dari jumlah ini sebanyak Rp4 triliun telah ditarik oleh pemerintah daerah.

 “Pemberian pinjaman ke daerah dilakukan guna mendukung pemda dalam percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata di Edwin, Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Jakarta pada Jumat (24/1/2020).

 Beberapa infrastruktur daerah yang dibiayai oleh SMI seperti RSUD di Kabupaten Konawe dengan total kapasitas 219 tempat tidur, konstruksi jalan sepanjang 523 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 983 meter.

 "Seperti pembangunan RSUD di Kabupaten Konawe dari sebelumnya di level Rp10 miliar sekarang menjadi Rp40 miliar. Ini adalah contoh dampak sosial ekonomi yang diharapkan," katanya.

 Dalam kurun waktu tersebut, perusahaan juga telah menerbitkan 73 surat penawaran pinjaman (offering letter) kepada 54 pemda. Surat pernyataan minat pemberian pembiayaan ini senilai Rp12 triliun. 

 Edwin menyebutkan pihaknya mendorong pemda lebih ekspansif dalam pembangunan infrastruktur dalam wilayahnya. Langkah sosialisasi dan peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah digelar secara rutin. Program difokuskan untuk sosialisasi inovasi pembiayaan infrastruktur melalui pinjaman daerah. Perusahaan juga memberikan dukung dalam penyaluran fasilitas Project Development Facility (PDF). Fasilitas ini diberikan berupa studi kelayakan detail engineering design hingga kajian lingkungan.

“Pembiayaan daerah diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen percepatan pembangunan selain APBN dalam penyediaan dan peningkatan sarana layanan publik,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembiayaan, utang

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top