Dirut BTN Yakin Laba 2020 Dekati Rp2,8 Triliun

BTN akan meningkatkan kredit pada kisaran 10 persen pada 2020. Kinerja fungsi intermediasi ini bakal memberikan pendapatan yang lebih baik seiring dengan peningkatan porsi dana murah hingga 45 persen.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  17:34 WIB
Dirut BTN Yakin Laba 2020 Dekati Rp2,8 Triliun
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), di Jakarta, Rabu (2/1/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. optimistis dapat mencetak laba mendekati Rp2,8 triliun tahun ini.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury menyebutkan raihan laba bersih sepanjang 2019 cukup tertekan karena beban pencadangan yang tinggi. Hingga kini, perseroan belum memaparkan kinerja keuangan pada tahun lalu. Namun, laba 2020 diperkirakan kembali terkerek mendekati Rp2,8 triliun seperti realisasi pada 2018.

"Kinerja laba kami tahun ini tentunya akan membaik. Pastinya tumbuh positif dan akan mendekati Rp2,8 triliun," katanya, Selasa (3/2/2020).

Pahala menyebutkan tahun ini perseroan akan meningkatkan kredit dengan progresif pada kisaran 10 persen. Kinerja fungsi intermediasi ini akan semakin memberi pendapatan yang lebih baik seiring dengan peningkatan porsi dana murah hingga 45 persen.

"Dana murah kami akan semakin banyak dan memangkas beban dana kami. Rasio dana murah kami saat ini 43 persen dan kami naikkan ke 45 persen tahun ini," katanya.

Sebelumnya, Pahala menjelaskan dalam dua tahun terakhir berbagai peristiwa telah meningkatkan ketidakpastian, seperti dagang antara Amerika dan China yang kesepakatannya sampai pada fase pertama.

Ada juga masa depan Inggris yang masih dipertanyakan usai resmi hengkang dari Uni Eropa. Ketegangan antara Amerika dan Iran yang terus memanas, hingga penyebaran virus Corona, yang diproyeksikan mendorong China kehilangan momentum untuk tumbuh lebih tinggi.

Pahala berpendapat kondisi perekonomian global tersebut belum mampu mendorong volume perdagangan global, yang pada akhirnya membuat harga komoditas belum bisa terakselerasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn, bank btn

Editor : Annisa Sulistyo Rini
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top