Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BTN Tegaskan Fokus Kejar Pertumbuhan Kredit dan DPK Dua Digit pada 2020

BTN mematok target pertumbuhan kredit sekitar 10% secara tahunan (year-on-year/yoy), dan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) di kisaran 14% pada 2020.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  16:14 WIB
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (tengah) bersama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N Mansury (kanan) dan Komisaris Utama Chandra Hamzah (kiri) saling berjabat tangan pada pembukaan Rapat Kerja Bank BTN tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020). -  ANTARA / Hafidz Mubarak A
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (tengah) bersama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N Mansury (kanan) dan Komisaris Utama Chandra Hamzah (kiri) saling berjabat tangan pada pembukaan Rapat Kerja Bank BTN tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menegaskan fokus mereka pada 2020 untuk meningkatkan kualitas bisnis perbankan dalam Rapat Kerja Nasional yang diselenggarakan pekan lalu.

Dalam keterangan tertulis kepada wartawan, BTN menyebut peningkatan kualitas akan dilakukan baik untuk portofolio kredit maupun layanan perbankan dan pendanaan. BTN mematok target pertumbuhan kredit sekitar 10% secara tahunan (year-on-year/yoy), dan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) di kisaran 14% pada 2020.

“Tahun 2020 kami fokus pada perbaikan kualitas bisnis Bank BTN, baik portofolio kredit, funding maupun layanan ke nasabah. Karena itu lebih penting saat ini bagi Bank BTN untuk menghadapi peluang dan tantangan tahun 2020 dengan menyiapkan fondasi bisnis sejalan dengan model bisnis yang mengadaptasi dinamika pasar,” kata Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury saat membuka Rapat kerja BTN di Jakarta, seperti tertulis dalam keterangan pada wartawan.

BTN berencana tetap fokus menyalurkan pembiayaan ke sektor perumahan yang selama ini menjadi lini utama bisnis perseroan. Lebih khusus lagi, BTN hendak menyasar penyaluran KPR bagi nasabah milenial.

Emiten berkode BBTN ini juga hendak memperkuat penyaluran KPR non-subsidi ke kalangan milenial pada 2020. Pahala optimis target ini bisa terlaksana karena masih tingginya permintaan rumah kecil. 

Tak hanya itu, banyaknya sentra pertumbuhan ekonomi baru yang tumbuh, pembangunan infrastruktur, perkembangan tempat wisata, dan akan dibangunnya ibu kota baru menjadi faktor pembuat BTN yakin bisa meraih target tersebut.

Selain itu,  BTN juga menegaskan posisinya untuk terus mendukung Program Sejuta Rumah Pemerintah di 2020.

“Tahun 2020, kami tetap berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam program sejuta rumah dengan membuat model bisnis yang inovatif  dengan mengoptimalkan big data analytic sehingga kekuatan BTN di KPR bisa ikut mendorong pertumbuhan dana murah, transaksi, serta fee based income,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan harapan agar BTN dapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Menurutnya, BTN harus mampu melakukan inovasi untuk menjalankan peran maksimal sebagai BUMN.

Eks Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini juga menyebut, BTN telah memiliki brand yang sangat baik. Akan tetapi, ekosistem BTN  harus digarap termasuk dengan para pengembang perumahan.

Pria yang akrab disapa Tiko ini juga mendorong BTN terus berkontribusi menyelesaikan backlog perumahan dengan meningkatkan KPR nonsubsidi dan KPR subsidi, khususnya bagi segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), TNI, ASN, Polri dan milenial.

“Untuk hal ini, kita harus duduk bersama dengan para pemangku kepentingan untuk mendanai Program sejuta rumah ini dapat kita jalankan secara efektif namun dengan risiko yang terjaga,” kata Tiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top