Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tantangan Grup Sinar Mas di Bisnis Perbankan : Kredit Macet Hingga Asuransikan Kredit

Perseroan menargetkan dapat menekan angka kredit macet bersih pada tingkat 3 persen.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  12:13 WIB
Karyawan Front Desk Bank Sinarmas Melayani Pelanggan. - bisnis.com
Karyawan Front Desk Bank Sinarmas Melayani Pelanggan. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM) meningkatkan intensitas penagihan guna menekan kredit macet atau rasio non-performing loan (NPL) net.

Corporate secretary Bank Sinarmas Yustinus Ivan Setiawan menyebutkan penyelesaian kredit bermasalah tahun ini akan lebih agresif. Perusahaan menargetkan dapat menurunkan rasio NPL net menjauh dari ambang batas maksimum otoritas jasa keuangan 5%.

"Kami akan melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah sesuai dengan standar internal. Kami lakukan restrukturisasi dan lakukan penanganan lebih insentif terhadap kredit bermasalah," kata Ivan, Selasa (18/2/2020) malam.

Menurutnya penanganan dengan agresif kredit macet ini merupakan serangkaian strategi menyeluruh perusahaan. Sebelumnya Bank Sinarmas telah mengasuransikan portofolio kreditnya ke PT Asuransi Simas Insurtech dengan premi Rp1,5 triliun.

Dengan strategi ini Ivan mengharapkan rasio kredit macet bersih perusahaan berada pada tingkat 3 persen. Menjauh dari kondisi per akhir 2019 sebesar 4,33 persen.

Meski demikian, Ivan menyebutkan aksi penagihan agresif ini tidak akan sampai membuat perseroan mengerem pengucuran kredit.

"Kami cukup yakin permintaan kredit nasabah kami. Kami masih yakin bisnis intermediasi akan berjalan seperti biasa," katanya.

Sebagai informasi, Bank Sinarmas mengumumkan telah mengasuransikan portofolio kreditnya untuk memperbaiki kualitas aset.

Premi asuransi tersebut senilai Rp1,5 triliun dan bersifat material karena melebihi 20 persen dari ekuitas bank dengan kode emiten BSIM ini. Tercatat ekuitas Bank Sinarmas sebesar Rp5,66 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank sinarmas
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top