Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bosowa dan Kookmin Berebut Pemegang Saham Pengendali di Bukopin (BBKP)

Saat ini pemegang saham di Bank Bukopin tidak ada yang menggenggam di atas 25 persen.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  13:44 WIB
Bosowa dan Kookmin Berebut Pemegang Saham Pengendali di Bukopin (BBKP)
Karyawati melayani nasabah, di kantor Cabang Bank Bukopin di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Teka-teki pemegang saham pengendali (PSP) PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) selanjutnya masih berlanjut.

Komisaris Utama Independen Bank Bukopin Mustafa Abubakar mengungkapkan bahwa kedua pemegang saham mayoritas saat ini memiliki kemampuan finansial yang sama kuat untuk menjadi PSP.

"Untuk penawaran umum tebatas ke-5, semua masih sesuai jadwal. Kami terus berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan. Semua sudah comply 100 persen. Kedua pemegang saham sama-sama kuat. Pokoknya PSP kali ini tidak hanya menyuntikkan modal tetapi akan melebihi batas minimum 25 persen," katanya, usai RUPS-LB Bank Bukopin, Kamis (20/2/2020).

Berdasarkan catatan Bisnis, RUPSLB kali ini diselenggarakan pasca Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) melepas 720 juta sahamnya awal bulan ini. Pelepasan ini membuat porsi kepemilikan Kopelindo di BBKP turun dari 11,51 persen menjadi 5,259 persen.

Penurunan porsi kepemilikan Kopelindo di Bank Bukopin tidak mempengaruhi sebaran saham pemegang saham lain. PT Bosowa Corporindo hingga kini masih tercatat sebagai pemegang saham pengendali (PSP) dengan porsi kepemilikan 23,39 persen saham.

Selain Bosowa, ada Kookmin Bank Co. Ltd. yang memiliki 22 persen saham dan Negara Republik Indonesia 8,92 persen. Sementara porsi kepemilikan saham publik meningkat dari 34,18 persen menjadi 40,21 persen pasca Kopelindo melego sahamnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukopin
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top