Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Victoria Siap Terbitkan Obligasi, Kupon 11,25 Persen

Dalam keterbukaan informasi di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan akan menawarkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Victoria Tahap III Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp150 miliar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  18:20 WIB
Direktur Utama PT Bank Victoria International Tbk Ahmad Fadjar memberikan keterangan kepada media massa. Istimewa
Direktur Utama PT Bank Victoria International Tbk Ahmad Fadjar memberikan keterangan kepada media massa. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Victoria Internasional Tbk. (BVIC) siap menerbitkan obligasi senilai Rp150 miliar dengan masa penawaran umum pada 24 – 27 Maret 2020.

Dalam keterbukaan informasi di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin (16/3/2020), perseroan akan menawarkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Victoria Tahap III Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp150 miliar.

Perinciannya, jumlah pokok sebesar Rp60 miliar dengan tingkat bunga tetap 11,25 persen per tahun. Frekuensi pembayaran bunga setiap triwulan, dimana jatuh tempo pada 1 April 2027 dengan tenor 7 tahun.

Adapun, obligasi subordinasi dengan jumlah pokok sebesar-besarnya Rp90 miliar dijamin dengan kesanggupan terbaik. Berikut jadwal penawaran obligasi tersebut.

Tanggal Efektif : 24 Juni 2019
Masa Penawaran Umum : 24 – 27 Maret 2020
Tanggal Penjatahan : 30 Maret 2020
Tanggal Pengembalian Uang Pesanan : 31 Maret 2020
Tanggal Dsitribusi Obligasi Elektronik : 1 April 2020
Tanggal Pencatatan pada BEI : 2 April 2020
Tanggal Pembayaran Bunga Pertama : 1 Juli 2020
Penjamin Pelaksana Emisi : PT Victoria Sekuritas Indonesia

Pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2020), saham BVIC stagnan di level Rp59, setelah bergerak di rentang Rp57 – Rp59. Sepanjang tahun berjalan harga melorot 29,76 persen.

Sementara itu, Di tengah situasi pasar yang bergejolak PT Victoria Sekuritas Indonesia percaya diri surat utang masih akan diminati investor. Perseroan berencana mencatatkan satu obligasi dalam waktu dekat.

Direktur Victoria Sekuritas Wisnu Widodo menilai kondisi pasar keuangan saat ini akan menjadi peluang untuk penerbitan surat utang karena para investor akan cenderung mencari investasi yang lebih aman.

Dia mengatakan pihaknya kini tengah menangani 1 mandat penerbitan obligasi yang akan mulai ditawarkan per awal April mendatang, yakni Obligasi berkelanjutan II Tahap III Bank Victoria dengan tenor 7 tahun dan kupon 11,25 persen.

Wisnu mengatakan obligasi tersebut memasang target untuk rilis sebanyak-banyaknya hingga Rp150 miliar. Dia optimistis target tersebut akan terserap dengan baik karena dinilai cukup menarik dari sisi industri dan besaran kupon.

“Dari sisi industri bank itu jelas secara regulasi lebih safe, terus ada kupon yang cukup besar juga. Kemarin sudah bertemu sama beberapa calon investor dan mereka antusias lah,” katanya pada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Selain mandat obligasi, ujar Wisnu, pihaknya juga memiliki 3 mandat initial public offering (IPO) dalam pipeline perseroan yang masing-masing berasal dari perusahaan tekstil, makanan dan minuman, serta asuransi.

Untuk mandat perusahaan tekstil, Wisnu mengatakan saat ini tengah dalam proses bookbuilding dan rencananya akan melantai awal April mendatang. Sementara mandat yang berasal dari perusahaan makanan dan minuman baru melalui tahapan registrasi di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

“Satu lagi dari sektor asuransi, mungkin akhir semester I atau awal semester II,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi perbankan bank victoria
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top