Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah 15 Bulan, OJK Izinkan Amanah Finance Kembali Operasi  

Amanah Finance dibekukan pada 30 Oktober 2018. Perusahaan beralamat di Menara Imperium, Jakarta Selatan, dan Wisma Kalla, Sulawesi Selatan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  15:08 WIB
ilustrasi - Karyawan melintas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (13/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
ilustrasi - Karyawan melintas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (13/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan lagi PT Amanah Finance beroperasi setelah dibekukan selama 15 bulan.

Keputusan pencabutan pembekuan ini tertuang dalam surat nomor S-84/NB.2/2020 pada tanggal 20 Februari 2020.

“OJK telah mencabut sanksi pembekuan kegiatan usaha perusahaan pembiayaan syariah karena telah menyampaikan rencana pemenuhan yang diyakini dapat mengatasi penyebab dikenai sanksi pembekuan kegiatan usaha,” ulas Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Moch. Ihsanuddin dalam pengumuman yang dikutip Rabu, (18//3/2020).

Dalam pengumuman itu disebutkan Amanah Finance dijatuhi sanksi pembekuan usaha dikarenakan pelanggaran Pasal 25 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah. Dalam beleid itu perusahaan syariah wajib setiap waktu mempertahankan rasio aset produktif bermasalah setelah dikurangi cadangan penyisihan aset produktif paling tinggi sebesar 5 persen dari total aset produktif.

Amanah Finance kala itu tidak memenuhi ketentuan dalam Pasal 31 ayat (1) huruf a, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah. Pada aturan ini perusahaan pembiayaan syariah harus memiliki ekuitas minimal Rp 100 miliar.

Pelanggaran lainnya terkait pasal 32 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah. Dijelaskan dalam aturan ini perusahaan pembiayaan syariah wajib memiliki rasio ekuitas terhadap modal disetor paling rendah 50 persen.

“Dengan dicabutnya sanksi pembekuan kegiatan usaha dimaksud, PT Amanah Finance diperbolehkan melakukan kegiatan usaha,” pungkas Ihsanuddin.

Pembekuan kegiatan usaha Amanah Financec yang beralamat di Menara Imperium, Jakarta Selatan, dan Wisma Kalla, Sulawesi Selatan itu dikeluarkan melalui Surat Deputi Komisioner Pengawas IKNB II No.S-668/NB.2/2018 tertanggal 30 Oktober 2018 tentang Pembekuan Kegiatan Usaha PT Amanah Finance.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance OJK
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top