Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Bergolak, Prudential Minta Nasabah Unit-linked Tenang

Pada 2019, aset Prudential terdiri dari deposito senilai Rp1,9 triliun, saham Rp44,09 triliun, reksadana Rp19,65 triliun, obligasi Rp8,61 triliun, dan investasi lain Rp202,19 miliar.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  14:33 WIB
Prudential memperkenalkan Pulse by Prudential, aplikasi baru khusus untuk cek kesehatan, di The Westin, Selasa (25/2 - 2020).
Prudential memperkenalkan Pulse by Prudential, aplikasi baru khusus untuk cek kesehatan, di The Westin, Selasa (25/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meminta nasabah pemegang polis unit-linked tetap tenang menyikapi gejolak pasar modal di Tanah Air.

Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda menyatakan virus corona atau Covid-19 yang mewabah selain menjadi tantangan kesehatan global juga menimbulkan tekanan terhadap sektor keuangan. Termasuk kinerja pasar modal global dan Indonesia.

"Kami mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan terus memastikan Polis mereka aktif sehingga mereka senantiasa mendapatkan perlindungan, serta tetap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing nasabah," ujar Novi kepada Bisnis, Jumat (20/3/2020).

Novi menyebutkan Prudential Indonesia bekerja sama dengan Eastspring Investments Indonesia, yang telah memiliki pengalaman lebih dari 23 tahun di pasar modal. Perusahaan juga telah melewati berbagai krisis besar di pasar keuangan seperti krisis ekonomi 1998 dan 2008 selaku Manajer Investasi.

Prudential, katanya telah mengambil langkah-langkah konkret dalam meminimalisir risiko dana investasi yang dikelola. Perseroan telah mengalihkan investasi saham nasabah unit-linked kepada sektor yang kuat mengalami tekanan ekonomi seperti konsumsi, kesehatan dan komunikasi. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan volatilitas.

"Sementara untuk dana investasi obligasi, kami berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dinilai likuid serta pada saat bersamaan terus memendekkan durasi portofolio," ujarnya.

Novi menebutkan dalam hal pemilihan saham, perusahaan asuransi itu melihat saham-saham yang berfundamental baik dan memiliki pendanaan kuat.

Pihaknya optimistis strategi ini dapat meminimalisir risiko serta di saat yang bersamaan bisa efektif memperbaiki kinerja seiring apabila market mengalami pemulihan.

Prudential Indonesia menyatakan memiliki banyak pilihan dana investasi yang dapat disesuaikan dengan profil risiko nasabah.

"Sebagai perusahaan asuransi jiwa terbesar di industri dengan rekam jejak yang panjang selama hampir 25 tahun di Indonesia, kami memiliki komitmen kuat untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik sesuai peraturan yang berlaku, termasuk dalam pengelolaan dana investasi nasabah," ungkapnya.

Dari laporan keuangan kuartal IV/2019 unaudited, aset Prudential Indonesia di tahun lalu mencapai angka Rp80,87 triliun atau naik dari Rp78,93 di akhir 2018.

Rincian aset ini diantaranya terdiri dari deposito senilai Rp1,9 triliun, saham Rp44,09 triliun, reksadana Rp19,65 triliun, obligasi Rp8,61 triliun, dan investasi lain Rp202,19 miliar.

Kemudian total pendapatan mencapai Rp29,59 triliun atau naik dari periode sebelumnya yang mencapai Rp23,86 triliun. Kenaikan tertinggi ditopang dari hasil investasi senilai Rp5,37 triliun, jauh melonjak dari periode sebelumnya yang minus Rp807,33 miliar. Total beban tahun lalu mencapai Rp23,52 triliun, naik dari periode sebelumnya Rp17,04 triliun.

Dengan kinerja tersebut, Prudential berhasil membukukan laba bersih senilai Rp4,71 triliun, atau turun dari sebelumnya Rp5,29 triliun. Untuk rasio likuditas sebesar 147 persen turun dari sebelumnya 160 persen. Sementara rasio kecukupan investasi sebesar 244 persen naik dari sebelumnya 240 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi prudential
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top