Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI: Stimulus Fiskal Jilid III Akan Lebih Memitigasi Risiko Perbankan

Bank Indonesia menyatakan paket kebijakan stimulus perekonomian yang tengah disiapkan dapat lebih memitigasi risiko industri perbankan di tengah merebaknya pandemi COVID-19.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  17:17 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan saat konfrensi pers melalui streaming di Jakarta, Selasa (31/3 - 3030). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan saat konfrensi pers melalui streaming di Jakarta, Selasa (31/3 - 3030). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan paket kebijakan stimulus perekonomian yang tengah disiapkan dapat lebih memitigasi risiko industri perbankan di tengah merebaknya pandemi COVID-19.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengutarakan fokus stimulus kebijakan tersebut di antaranya terkait kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dukungan pemerintah ke industri yang terdampak wabah akibat virus corona tersebut.

Pandemi COVID-19 yang berdampak pada ekonomi menyebabkan banyak orang tidak dapat bekerja, UMKM tidak dapat beroperasi, dan produksi juga berkurang. Hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan risiko yang tinggi ke perbankan. Namun, stimulus yang akan dikeluarkan pemerintah disebutkan akan membuat dampak ke perbankan bisa lebih dimitigasi.

"Dengan melihat kondisi global yang menurun dan berdampak ke Indonesia, diperlukan stimulus fiskal yang lebih besar untuk menambah anggaran kesehatan, menambah jaring pengaman sosial dan mengurangi beban UMKM dan usaha sehingga dampak ke perbankan bisa lebih dimitigasi," katanya, Selasa (31/3/2020).

Perry menuturkan, Bank Indonesia selalu berkoordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam menakar dampak covid-19 ke dunia usaha, juga risikonya terhadap perbankan.

Menurutnya, perbankan Tanah Air masih dalam kondisi yang sangat kuat dalam menghadapi tekanan covid-19, tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang saat ini masih berada di kisaran yang tinggi, yakni 23%.

Di samping itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan ratio/NPL) industri perbankan juga masih dalam kondisi yang terjaga. Sebelum COVID-19 merebak, Perry menyebut NPL perbankan secara gross berada pada level 2,5 persen dan nett 1,3 persen.

Perry mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama membantu pencegahan COVID-19 agar dampaknya bisa lebih dicegah, termasuk dampak ke ekonomi dan sektor keuangan lebih bisa dijaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top