Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran KPR Diproyeksi Makin Anjlok, Bank Revisi Target

Penyaluran kredit perumahan rakyat pada April 2020 ini diperkirakan akan semakin menyusut akibat kondisi perekonomian yang terdampak COVID-19 dan perbankan akan mulai merevisi target.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 April 2020  |  00:22 WIB
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Penyaluran kredit perumahan rakyat pada April 2020 ini diperkirakan akan semakin menyusut akibat kondisi perekonomian yang terdampak COVID-19 dan perbankan akan mulai merevisi target.

Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia, penyaluran kredit properti mengalami perlambatan pada Februari 2020 yakni sebesar 8,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Sebelumnya, pada Januari 2020, pertumbuhan kredit properti adalah sebesar 9,3 persen (yoy).

Perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh perlambatan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit pemilikan apartemen (KPA). Penyaluran kredit KPR dan KPA pada Februari 2020 adalah sebesar Rp504,8 triliun atau tumbuh 7,5 persen (yoy), lebih rendah dari realisasi pada Januari 2020 yang tumbuh 7,7 persen (yoy).

Padahal, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan penyaluran kredit untuk pemilikan rumah tangga pada bank umum mengalami pertumbuhan selama 2019 sebesar 7,8 persen menjadi Rp479,928 triliun dibandingkan tahun lalu.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengaku pihaknya berpeluang mengoreksi target penyaluran KPR pada tahun ini. Semula, perseroan menargetkan penyaluran KPR pada tahun ini mampu tumbuh 8 persen dibandingkan 2019 atau membidik pertumbuhan kredit baru senilai Rp13 triliun.

Saldo penyaluran KPR pada tahun ini rencananya dijaga pada angka Rp47 triliun, meningkat dari tahun lalu yang senilai Rp44 triliun. Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan penyaluran KPR baru hingga kuartal I/2020 adalah sebesar Rp1,9 triliun. Realisasi ini, kata dia, tetap bertumbuh dengan presentase yang sama dengan tahun lalu.

Menurutnya, penyaluran KPR Bank Mandiri bertumbuh pada Januari hingga Februari 2020, sedangkan pada Maret mulai menunjukkan penurunan. Revisi target kemungkinan menjadi pilihan karena diprediksi penyaluran KPR mulai April 2020 akan terjadi penurunan yang signifikan.

“April ini akan drop, pencairan menurun karena tidak banyak notaris yang bisa, padahal perlu ada tanda tangan kontrak dan semacamnya,” katanya kepada Bisnis, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, penurunan tersebut terjadi karena permintaan yang turun dan bank yang memilih lebih selektif menyalurkan kredit. Bank Mandiri mengku saat ini lebih berfokus dalam merestrukturisasi kredit nasabah KPR yang bermasalah daripada mendorong pencapaian target. “Ini kondisi luar biasa, kami di Bank Mandiri tidak memikirkan target, kami lebih fokus ke restrukturisasi, agar jangan sampai mereka [nasabah] kesulitan,” katanya.

Terpisah, Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan juga mengaku pada bulan ini penyaluran KPR akan terus menurun. Meskipun, selama kurtal I/2020, penyaluran KPR CIMB Niaga menunjukkan terjadi pertumbuhan yakni sebesar 10,5 persen (yoy).

Menurut Lani, dengan potensi adanya penurunan penyaluran KPR ke depannya, CIMB Niaga tidak berani memasang target pertumbuhan. Padahal sebelumnya, target penyaluran KPR CIMB Niaga pada tahun ini adalah tumbuh sebesar 12,5 persen dengan tetap fokus menyasar perumahan kelas menengah.

Tahun lalu, pertumbuhan KPR CIMB Niaga tumbuh 12,5 persen dengan nilai Rp33,78 triliun di tengah kelesuan sektor properti. “Yang penting pada saat penuh tantangan ini tetap positif, dan berusaha melakukan mitigasi sebaik mungkin. Prioritas kami adalah komunikasi sebaik mungkin dengan nasabah di tengah work from home," ujar Lani.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan penurunan penyaluran KPR akan lebih drastis pada April 2020. Bahkan, hal ini berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. 

Menurutnya, karena bank harus menjaga tidak terjadi kenaiakan non performing loan (NPL), penyaluran KPR harus benar-selektif selektif kepada nasabah yang risiko macetnya paling kecil. Meskipun, penyaluran KPR yang selektif akan menurunkan keuntungan atau bahkan merugikan perusahaan properti.

“Tapi ini kan business cycle, rumah yang sudah dibangun bisa dijual ketika kembali booming,” katamya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kpr covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top