Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Corona, Pembayaran Klaim jadi Fokus Prudential

Hal tersebut mencakup pelayanan perusahaan dalam proses klaim dan strategi pengaturan keuangan perusahaan agar tetap likuid.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 14 April 2020  |  18:07 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyatakan kualitas pelayanan dan pembayaran klaim perlu menjadi perhatian asuransi dalam masa pandemi COVID-19 ini. Hal tersebut dinilai akan turut menentukan kinerja asuransi pada kuartal kedua 2020.

Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch menilai bahwa sulit untuk memprediksi pertumbuhan bisnis pada tahun ini seiring terus mewabahnya COVID-19 yang memengaruhi perekonomian.

Menurutnya, dalam kondisi tersebut Prudential harus bergerak cepat dan tepat dalam mengeksekusi rencana bisnisnya.

Jens menjelaskan salah satu hal yang harus menjadi perhatian perusahaan asuransi saat ini adalah pembayaran klaim. Hal tersebut mencakup pelayanan perusahaan dalam proses klaim dan strategi pengaturan keuangan perusahaan agar tetap likuid.

"Saat ini kami harus siap untuk membayar [klaim] dalam best possible way. Dalam masa krisis penting untuk menjaga komitmen," ujar Jens dalam konferensi pers melalui video conference, Selasa (14/4/2020).

Dia menilai dalam kondisi pandemi COVID-19, terdapat peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap proteksi asuransi.

Namun, kondisi tersebut dibarengi dengan perlambatan perekonomian yang memengaruhi daya beli masyarakat, sehingga kualitas klaim menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan terhadap asuransi.

Jens pun menjelaskan bahwa kinerja bisnis Prudential pada kuartal I/2020 masih positif, meskipun dia belum bisa menyampaikan rinciannya. Menurutnya, perseroan perlu mengantisipasi kinerja pada kuartal II/2020 dengan menjaga pelayanan dan kualitas klaim.

"Kuartal I/2020 kami masih melihat momentum positif, tetapi kami harus memperhatikan kuartal II/2020 bagaimana pengaruh COVID-19 ke Indonesia, kebijakan lockdown, pengaruhnya terhadap premi," ujarnya

Hingga saat ini, Prudential telah membayarkan 95 pengajuan klaim dari nasabah yang terjangkit COVID-19, mayoritas terdiri dari klaim kesehatan dan hospital cashplan. Menurut Jens, 17 di antaranya merupakan klaim nasabah yang meninggal akibat virus tersebut.

"Saat ini menjadi prioritas utama untuk membayarkan klaim secepat mungkin [kepada nasabah yang terjangkit COVID-19]," ujar Jens.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia Nick Holder menjelaskan bahwa selain kualitas pembayaran klaim, perseroan pun akan mengantisipasi potensi kendala pembayaran premi dari nasabah. Menurutnya, gejolak perekonomian akibat virus corona dapat memengaruhi kemampuan membayar premi.

"Beberapa nasabah mungkin akan kesulitan untuk membayar, penting bagi kami untuk memonitor premi. Menyiapkan skema khusus jika nasabah menghadapi kendala dalam membayar premi," ujar Nick dalam kesempatan yang sama.

Nick menjelaskan bahwa sepanjang 2019 Prudential membukukan premi Rp25 triliun, jumlah tersebut menurun sekitar 1,57 persen (year-on-year/yoy) dari 2018 senilai Rp25,4 triliun.

Meskipun begitu, perseroan mencatatkan pangsa pasar tertinggi, yakni sekitar 13,3 persen dari total premi industri asuransi jiwa pada 2019 senilai Rp186,8 triliun.

Dia menjelaskan bahwa premi bisnis baru dari Prudential mencatatkan pertumbuhan hingga 15 persen yoy, dengan pertumbuhan premi tunggal sebesar 8 persen yoy dan premi reguler sebesar 26 persen yoy. Menurut Nick, berkembangnya portofolio premi reguler turut memengaruhi turunnya perolehan premi pada 2019.

Adapun, klaim yang dibayarkan Prudential pada 2019 mencapai Rp15,6 triliun. Jumlah tersebut meningkat 26,8 persen yoy dari 2018 sebesar Rp12,3 triliun.

Prudential membukukan total aset hingga Rp80,7 triliun pada tahun lalu, atau meningkat 2,28 persen yoy dari posisi aset 2018 senilai Rp78,9 triliun. Aset syariah perseroan pada 2019 mencapai Rp9,1 triliun, menurun 1,08 persen yoy dari 2018 senilai Rp9,2 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi prudential indonesia prudential
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top