Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dirut Bank Banten Beberkan Kondisi Likuiditas di Tengah Pandemi

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan akibat pandemi Covid-19, penerimaan pajak daerah terganggu.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 April 2020  |  17:24 WIB
Bank Banten - Bisnis
Bank Banten - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi likuiditas PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. semakin tertekan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan akibat pandemi Covid-19, penerimaan pajak daerah terganggu, seperti pengurusan Samsat. Hal tersebut selanjutnya berdampak bagi likuiditas Bank Banten yang menampung arus kas keuangan daerah.

Apalagi, di saat bersamaan, penarikan dana pemerintah provinsi maupun daerah kabupaten dan kota cukup besar. Kondisi tersebut semakin menekan likuitas Bank Banten.

Meskipun demikian, Fahmi cukup berbangga karena berhasil menekan kerugian pada kuartal I/2020. Pada periode tersebut, Bank Banten berhasil menekan kerugian hingga 42,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp31,866 miliar.

"Walau ada keterbatasan permodalan, tetapi kami bisa lakukan efisiensi di berbagai bidang operasional maupun non operasional. Kami bisa tekan kerugian ini di tiga bulan pertama, ini cukup baik di tengah kondisi ini," katanya dalam video conference, Kamis (30/4/2020).

Bahkan, Fahmi optimistis setelah pandemi Covid-19 berakhir, Bank Banten akan bisa mencetak laba. Namun, Bank Banten harus melakukan penambahan permodalan terlebih dahulu pada semester I/2020.

"Bank Banten bisa hasilkan laba, kami sudah menilai awal tahun 2020, dengan catatan kinerja keuangan yang jauh membaik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

likuiditas Virus Corona Bank Banten
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top