Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mohon Maaf! Bos BI Menolak Cetak Uang

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan kebijakan mencetak uang kemudian disalurkan kepada masyarakat tidak sesuai dengan kebijakan moneter di dalam negeri.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  09:57 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers terkait Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (17/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers terkait Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (17/1). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan pihaknya tidak akan mencetak uang sesuai dengan desakan dari sejumlah pihak.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan kebijakan mencetak uang kemudian disalurkan kepada masyarakat tidak sesuai dengan kebijakan moneter di dalam negeri.

"Ini mohon maaf, pandangan itu tidak sejalan dengan kebijakan moneter yang prudent. Mohon maaf nih, betul-betul mohon maaf. Jangan membingungkan masyarakat," tegas Perry, Kamis (6/5/2020).

Perry menuturkan mekanisme peredaran uang diperhitungkan dengan matang karena ada undang-undang yang mengatur perencanaan percetakan dan pemusnahan uang.

Pencetakan uang, lanjut Perry, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Itu bisa diukur berapa pertumbuhan ekonomi dan inflasi PDB."

Perry mencontohkan, misalnya PDB 5 persen dan inflasi 3 persen, maka pencetakan uang 8 persen dan ditambah stok 10 persen.

Sebelumnya, sejumlah legislator di DPR berulang kali meminta BI untuk mencetak uang sebagai solusi mengurangi tekanan dampak Covid-19 terhadap masyarakat dan ekonomi.

Perry menuturkan sejumlah pihak yang meminta BI mencetak uang mungkin maksudnya tidak seperti itu, tetapi masyarakat menilai berbeda. "Pandangan masyarakat berbeda-beda, ada yang menilainya BI cetak uang dan dibagi-bagikan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Rupiah
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top