Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masa Pandemi Covid-19, Yuk Cek Kondisi Keuangan Kita

Perencanaan keuangan menilai masyarakat perlu memeriksa kondisi kesehatan keuangannya dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  02:13 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perencanaan keuangan menilai masyarakat perlu memeriksa kondisi kesehatan keuangannya dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak memiliki waktu kepastian akan berakhir.

Perencana keuangan Yosephine P. Tyas mengungkapkan yang bisa dilakukan oleh masyarakat pada saat situasi krisis seperti saat ini adalah dengan melakukan evaluasi atau memeriksa kondisi keuangannya atau financial check up.

“Kita bisa mengetahui kondisi keuangan apa yang tidak sehat, sehingga bisa melakukan hal-hal yang menyehatkan,” kata Yosephine pada Selasa (5/5/2020).

Dia menjelaskan terdapat beberapa kondisi yang membuat keuangan seseorang atau keluarga tidak sehat. Pertama adalah masalah utang. Jadi, individu perlu memeriksa apakah memiliki hutang atau tidak, terutama utang konsumtif.

Individu perlu segera melunasi utang-utang konsumtif yang dimilkinya lantaran itu berarti tidak sehat. Utang konsumtif adalah belanja yang digunakan untuk sesuatu yang nilainya akan terus turun bahkan sampai tidak ada nilainya.

Sementara terkait dengan utang produktif seperti rumah, mobil untuk produktivitas, dan sebagainya, dia menuturkan individu juga perlu memeriksanya. Menurutnya, jangan sampai utang produktif yang dimilikinya melebihi 30 persen dari pemasukan atau gaji.

Dengan asumsi penghasilan individu sebesar Rp5 juta, utang produktif yang dapat dimilikinya maksimal Rp1,5 juta.

Kedua, kondisi yang dapat membuat keuangan tidak sehat adalah tidak bisa menabung. Dia menuturkan cara untuk mengetahui apakah kondisi tabungan kita sehat atau tidak dari rutinitas menabung sebelum masa pandemi.

Kalau kita menabung setiap bulan sebesar sekitar 10 persen hingga 30 persen dari total penghasilan, kondisi tabungan akan aman. Namun, kondisi tabungan tidak akan sehat jika aktivitas menabung tidak rutin dilaksanakan oleh individu setiap bulannya. “Kalau menabung rutin, berarti sehat. Kalau kadang menabung, kadang tidak berarti tidak sehat.”

Ketiga, dia menuturkan individu memiliki investasi atau tidak setelah punya tabungan guna mengetahui kesehatan keuangannya. Dia menuturkan nilai uang yang ada di tabungan akan berkurang karena inflasi yang terjadi meskipun angka tabungannya secara nominal tidak berkurang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips keuangan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top