Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keluarga Tahir Jadi Deposan Terbesar di Bank Mayapada

Dalam mendukung likuiditas Bank Mayapada, keluarga Tahir saat ini merupakan deposan terbesar di bank tersebut, termasuk anak-anaknya yang menempatkan dana sebesar Rp1,36 triliun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  21:31 WIB
Pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk melaporkan penukaran uang dolar AS dan dolar Singapura senilai Rp2 triliun, di Jakarta, Senin (15/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk melaporkan penukaran uang dolar AS dan dolar Singapura senilai Rp2 triliun, di Jakarta, Senin (15/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Dato Sri Tahir sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkokoh PT Bank Mayapada International Tbk.

Tahir mengatakan dalam mendukung likuiditas perseroan, keluarganya saat ini merupakan deposan terbesar di Bank Mayapada, termasuk anak-anaknya yang menempatkan dana sebesar Rp1,36 triliun.

"[Penempatan dana] untuk menunjukkan komitmen pemilik, OJK [Otoritas Jasa Keuangan] juga sudah tahu," katanya kepada Bisnis, Jumat (5/6/2020).

Sebagaimana diketahui, pada tahun ini pemegang saham Tahir telah melakukan tambahan modal untuk Bank Mayapada sebesar Rp3,75 triliun.

Dukungan modal tersebut berupa penempatan dana kembali yang nantinya dapat dikonversikan menjadi setoran modal senilai Rp252,08 miliar.

Selain itu, Bank Mayapada juga mendapat penempatan dana dari pemegang saham pengendali hasil transkasi penjualan 3 gedung yang dibeli oleh bank Mayapada sendiri Rp3,5 triliun.

Di luar itu, Bank Mayapada akan kembali mendapat tambahan modal sebesar Rp750 miliar, sehingga total modal yang disuntiikan menjadi Rp4,5 triliun melalui proses right issue.

Sebelumnya Tahir menjelaskan, selama 30 tahun Bank Mayapada beroperasi, PSPT selalu menunjukkan komitmennya untuk menjaga disamping juga mengembangkan Bank Mayapada dengan terus melakukan penambahan modal.

Bahkan dalam 9 tahun terakhir, termasuk tahun ini, secara berturut-turut setiap tahunnya, PSPT selalu merealisasikan penambahan modal dan meningkatkan kualitas, khususnya pelayanan kepada para nasabah.

Sebagai gambaran, posisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Mayapada per April 2020 tercatat meningkat menjadi 18 persen, dengan total modal berikut cadangan meningkat menjadi Rp20,3 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan OJK bank mayapada dato sri tahir
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top