Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal II/2020, Kinerja Bank Kecil Semakin Tertekan

Penurunan laba  pada kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan II masing-masing sebesar minus 61,24% dan minus 12,06%. Sementara itu, perolehan laba Bank BUKU III dan IV masing-masing tumbuh 6,63% dan 7,61%.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  10:38 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Kinerja bank kecil akan semakin tertekan setelah mengalami penurunan laba pada kuartal I/2020. Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan perlambatan pertumbuhan laba hanya terjadi pada bank kecil.

Penurunan laba  pada kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan II masing-masing sebesar minus 61,24% dan minus 12,06%. Sementara itu, perolehan laba Bank BUKU III dan IV masing-masing tumbuh 6,63% dan 7,61%.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan penurunan laba pada bank kecil tersebut berkaitan dengan sulitnya melakukan ekspansi kredit. Padahal, di satu sisi biaya dana justru meningkat sehingga laba cenderung terpangkas.

Menurutnya, tekanan yang dialami perbankan BUKU I dan II pada kuartal I/2020 belum terlalu besar karena pembatasan sosial skala besar (PSBB) belum dilakukan pada dua bulan pertama. Namun, tekanan pada kuartal II/2020 akan jauh lebih besar. Artinya, Bank BUKU I dan II akan lebih terpuruk pada periode tersebut.

"Dalam kondisi tekanan likuiditas akibat Covid-19, Bank BUKU I dan II menjadi yang paling menderita," katanya kepada Bisnis, Senin (22/6/2020).

Kondisi ini semakin diperparah karena bank kecil pada umumnya hanya bergantung pada pendapatan bunga. Ketika kualitas kredit memburuk, penerimaan bank pun akan turun dan memangkas laba.

Berbeda halnya dengan bank besar yang masih terbantu dari pendapatan non-bunga, yaitu dari fee based income dan juga dari penempatan di surat-surat berharga.

Menurutnya, merger bisa menjadi pilihan bagi bank kecil untuk selamat dari tekanan perekonomian. Dengan merger, bank kecil akan mendapatkan tambahan modal untuk melakukan investasi strategis yang meningkatkan daya saing bank.

"[Bank kecil] Masih mungkin bangkit kembali apabila nanti wabah sudah berlalu, tetapi akan lebih baik bila bank-bank kecil merger atau diakusisi bank besar," katanya.

Apalagi, selama wabah berlangsung, tekanan ke kinerja perbankan akan terus terjadi. Pelonggaran dan kebijakan pemerintah seperti restrukturisasi hanya mengurangi tekanan tapi kekuatannya masih besar untuk mengganggu kinerja.

"Potensi terjadinya lonjakan NPL tetap ada. Bank-bank kecil sulit untuk bangkit selama wabah masih terjadi," katanya.

Walaupun tekanan besar, Piter menilai belum tentu akan terjadi bank gagal. Pasalnya, OJK tidak akan membiarkan terjadinya bank gagal. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi saat ini, terjadinya bank gagal akan menambah tekanan ke bank lain.

OJK pun telah merilis aturan yang dapat memaksa bank untuk melakukan merger. Begitu juga dengan pemilik bank yang dinilai tidak akan mau bank mengalami collapse.

"OJK harus terus mengawasi perkembangan kualitas asset dan kondisi likuiditas bank. Hasil pengawasan dikoordinasikan di KKSK. Kalau diperlukan bantuan likuiditas BI bisa memberikan bantuan likuiditas sesuai ketentuan yang berlaku," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan laba bank bank kecil
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top