Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Besar Banjir Likuiditas, Tapi Pertumbuhan Dana di Bank Kecil Justru Minus

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, dana pihak ketiga (DPK) bank BUKU II dan BUKU IV menopang pertumbuhan secara industri yang tumbuh sebesar 8,87% (yoy) pada Mei 2020. Pertumbuhan DPK BUKU II tercatat sebesar 7,95%, BUKU III tumbuh 4,75%, dan BUKU IV tumbuh 11,34%.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  21:26 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga di kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) I tercatat mengalami minus 3,44% secara year on year (yoy) pada Mei 2020 ketika kelompok lainnya justru mencatatkan kinerja positif.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, dana pihak ketiga (DPK) bank BUKU II dan BUKU IV menopang pertumbuhan secara industri yang tumbuh sebesar 8,87% (yoy) pada Mei 2020. Pertumbuhan DPK BUKU II tercatat sebesar 7,95%, BUKU III tumbuh 4,75%, dan BUKU IV tumbuh 11,34%.

OJK menilai pertumbuhan DPK selama Mei 2020 tersebut masih relatif stabil, dengan kenaikan terutama berasal dari deposito dan giro. Adapun tabungan, deposito, dan giro masing-masing tumbuh 8,67%, 3,65%, dan 19,6%.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan anjloknya DPK bank kecil tidak berarti seluruh dana lari ke bank besar. Kondisi penurunan DPK bank kecil kemungkinan terjadi karena terbatasnya kemampuan nasabah untuk meningkatkan jumlah tabungan.

Alih-alih melakukan penambahan jumlah tabungan, nasabah bank kecil kemungkinan justru menarik tabungan. Kondisi ini berbeda dengan bank besar, terutama BUKU IV yang memiliki nasabah dengan jumlah yang besar, justru cenderung meningkatkan nilai tabungan dan menahan konsumsi.

Meskipun demikian, dia tidak menampik mungkin saja terjadi pemindahan dana yang dilakukan nasabah dari bank kecil ke bank besar. Sebagian nasabah bank kecil mungkin bisa saja memindahkan penempatan dana di bank besar.

“Saya tidak punya data membuktikan itu. Sebagian mungkin menempatkannya di bank besar," katanya kepada Bisnis, Rabu (22/7/2020).

Piter menilai, penurunan DPK bank kecil tidak berarti akan menimbulkan terjadinya peningkatan tekanan likuiditas. Sepanjang indikator-indikator bank masih baik, penurunan DPK pada bank kecil tidak akan menjadi masalah.

Begitu juga dengan bank besar yang saat ini mengalami kelebihan likuiditas karena peningkatan DPK. Kelebihan likuiditas tersebut mungkin saja akan dihadapkan dengan rendahnya demand kredit.

Di tengah pandemi Covid-19, penyaluran kredit tidak bisa dipaksakan. Bank masih bisa mendapatkan pendapatan dari fee based income maupun biaya administrasi dari penghimpunan dana.

“Tapi memang dengan penyaluran kredit yang menurun tingkat keuntungan bank juga melambat, meski demikian tidak jadi masalah yang lebih utama adalah bank tetap stabil dan sehat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK perbankan likuiditas
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top