Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kredit Sindikasi Perbankan Capai Rp51,7 Triliun, Ini Penyalur Terbesar

Total penyaluran kredit sindikasi mencapai US$3.618 juta. Dengan perhitungan kurs Jisdor pada 30 Juni 2020 sebesar Rp14.302 per dolar AS, maka total kredit sindikasi berkisar Rp51,74 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  14:04 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan Rp100.000 disalah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang ada di Jakarta, Senin (7/10). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan menghitung uang pecahan Rp100.000 disalah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang ada di Jakarta, Senin (7/10). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Penyaluran kredit sindikasi yang dilakukan oleh perbankan di Indonesia pada semester I/2020 mencapai US$3.618 juta.

Total penyaluran kredit sindikasi mencapai US$3.618 juta. Dengan perhitungan kurs Jisdor pada 30 Juni 2020 sebesar Rp14.302 per dolar AS, maka total kredit sindikasi berkisar Rp51,74 triliun.

Berdasarkan data Bloomberg, penyaluran kredit sindikasi terbesar dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan nilai US$775 juta.

Pangsa pasar penyaluran kredit sindikasi Bank Mandiri mencapai 21,42% selama semester I/2020. Realisasi ini menjadikan Bank Mandiri sebagai penyalur kredit sindikasi dengan market share terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, pada semester I/2019, Bank Mandiri menduduki posisi ketiga dalam penyaluran kredit sindikasi. Pada periode tersebut, pangsa pasar penyaluran kredit sindikasi Bank Mandiri baru sebesar 8,02% dengan berada pada posisi ketiga di antara perbankan lainnya.

Artinya, dari semester I/2019 hingga semester I/2020, telah terjadi peningkatan pangsa pasar kredit sindikasi Bank Mandiri hingga 13,4%.

Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menempati posisi kedua dalam penyaluran kredit sindikasi pada semester I/2020 dengan nilai US$545 juta. Pangsa pasar penyaluran kredit sindikasi Bank BNI adalah sebesar 12,55% atau turun 1,57% dari posisi semester I/2019.

Adapun pada semester I/2019, Bank BNI menempati urutan pertama bank penyalur kredit sindikasi terbesar dengan pangsa pasar mencapai 14,12%.

Sumitomo Mitsui Financial menempati urutan ketiga penyalur kredit sindikasi terbesar pada semester I/2020 dengan nilai US$406 juta atau pangsa pasar 11,23%. Pada semester I/2019, Sumitomo Mitsui Financial menempati urutan kelima belas penyalur kredit sindikasi degan pangsa pasar hanya 2,65%.

Berikutnya terdapat Standard Chartered Bank dengan penyaluran kredit sindikasi senilai US$367 juta dan pangsa pasar 10,14%. Kemudian, CTBC Financial Holding berada di posisi kelima dengan penyaluran kredit sindikasi US$292 juta atau melingkupi 8,07% pangsa pasar.

Kemudian Mitsubishi UFJ Financial Group Inc dan United Overseas Bank sama-sama berada pada rangking keenam dengan pangsa pasar dan volume kredit masing-masing 7,02% dan US$254 juta.

DBS Group berada pada rangking kedelapan dengan pangsa pasar 4,37% senilai US$158 juta, Maybank di posisi kesembilan dengan pangsa pasar 3,68% senilai US$133 juta, dan Taishin Financial Holding Co Ltd. di posisi kesepuluh dengan pangsa pasar 2,7% senilai US$98 juta.

Posisi kesebelas ditempati empat lembaga jasa keuangan yakni BNP Paribas, Deutsche Bank, First Abu Dhabi Bank PJSC, dan Rabobank dengan masing-masng memiliki pangsa pasar dan nilai kredit sebesar 2,017%. Keempat lembaga jasa keuangan tersebut menyalurkan kredit sindikasi selama semester I/2020 senilai US$73 juta.

ANZ Banking Group menempati urutan kelima belas dengan pangsa pasar 1,66% dengan volume kredit US$60 juta.

Terakhir, Bank of China, CIMB, dan Oversea-Chinese Banking Group berada pada rangking ke enam belas dengan masing-masing memiliki pangsa pasar dan volume kredit sebesar 0,69% dan US$25 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit kredit sindikasi emiten perbankan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top