Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan Ritel Bank Syariah Mandiri Tumbuh Didorong KPR

Pembiayaan KPR Mandiri Syariah pada posisi Juni 2020 tumbuh sebesar 11,8 persen secara tahunan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  14:52 WIB
Karyawan melayani nasabah saat transaksi di Kantor Cabang Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melayani nasabah saat transaksi di Kantor Cabang Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembiayaan ritel PT Bank Syariah Mandiri dapat tumbuh dengan baik dengan kualitas tetap terjaga di level 1,1 persen karena fokus tumbuh pada target segmen dan pembiayaan KPR.

Pembiayaan KPR Mandiri Syariah pada posisi Juni 2020 tumbuh sebesar 11,8 persen YoY sehingga dapat mempertahankan tren positif selama 3 tahun terakhir dengan penguasaan market share syariah yang mencapai 12 persen.

Sebagai upaya memperluas layanan pembiayaan kepemilikan perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dalam hal ini Unit Usaha Syariah atau BTN Syariah, dan Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menjalin sinergi.

Dalam upaya memperkuat sinergi tersebut, BTN Syariah dan Mandiri Syariah menandatangani Nota kesepahaman perihal kerja sama produk keuangan syariah, berupa joint financing, joint acquisition, optimalisasi customer base, edukasi, serta kerja sama bisnis jangka panjang lainnya.

Penandatanganan tersebut dilakukan secara virtual oleh Direktur Operation, IT and Digital Banking Bank BTN Andi Nirwoto dan Direktur Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho disaksikan oleh Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, Direktur Risk Management Mandiri Syariah Tiwul Widyastuti, SEVP Mandiri Syariah Wawan Setiawan dan Kepala Divisi Syariah Business Division BTN Alex Sofjan Noor di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari juga menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi bisnis saat ini merupakan sebuah keharusan.

"Setiap perusahaan memiliki core competence. Sampai dengan Juni 2020 Mandiri Syariah memiliki kekuatan DPK yang sangat baik khususnya tabungan yang mencapai Rp42,52 triliun atau tumbuh 17,04 persen YoY. Hal ini menyebabkan Mandiri Syariah memiliki kekuatan likuiditas yang bisa disinergikan dengan BTN syariah. Kerja sama ini juga implementasi core values BUMN yaitu AKHLAK khususnya poin terkait kolaboratif," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (11/8/2020).

Adapun kompetensi utama BTN Syariah adalah pemimpin pasar di segmen pembiayaan perumahan, dengan kemitraan yang kuat dengan para developer perumahan yang dapat disinergikan dengan kompetensi utama dari Mandiri Syariah, seperti infrastruktur IT, jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia dan likuiditas yang kuat untuk memastikan ekspansi pembiayaan lebih luas.

Direktur Operation, IT and Digital Banking Bank BTN Andi Nirwoto mengatakan dengan sinergi yang produktif ini, BTN Syariah optimistis dapat mencapai target bisnisnya tahun ini. Di antaranya target pembiayaan senilai Rp24,6 triliun.

Hingga semester I/2020, pertumbuhan pembiayaan BTN syariah mencapai sebesar 3,07 persen YoY menjadi Rp23,88 triliun.

“Kemitraan yang akan kami jalin akan menyatukan kompetensi utama dari BTN maupun Mandiri syariah karena dalam kerjasama ini kami dapat memberikan produk pelayanan yang lebih baik, efektif, efisien dan luas kepada nasabah,” katanya.

Andi menambahkan, bahwa tujuan yang tak kalah penting dari sinergi ini adalah untuk meningkatkan peranan Bank syariah dalam peningkatan literasi keuangan Syariah sesuai amanah Pemerintah Republik Indonesia sehingga berdampak pada perekonomian nasional.

“Sebagai langkah awal sinergi Perbankan Syariah, BTN Syariah dan Mandiri Syariah akan melakukan customer Asset Purchase (CPA) di mana pada sisi BTN akan mendapatkan fresh fund untuk penyaluran pembiayaan Syariah dengan lebih agresif dan mengurangi mismatch antara long term funding dan long term financing,” sebutnya.

Direktur Finance, Strategy & Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho mengatakan kerja sama ini akan semakin mengakselerasi market share produk pembiayaan rumah syariah di Indonesia. Saat ini, pembiayaan KPR Syariah baru berada pada kisaran 17 persen terhadap industri KPR nasional. Kerja sama ini sekaligus mendukung Pemerintah dalam program Sejuta Rumah.

Disisi lain, benefit bagi nasabah adalah mendapatkan akses produk KPR Syariah secara lebih mudah dengan pricing yang lebih kompetitif.

"Selain itu, sinergi antara institusi keuangan syariah ini diharapkan juga dapat mempercepat recovery perekonomian nasional dari pandemi Covid ini," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah kpr pembiayaan syariah bank syariah mandiri
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top