Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bank Mandiri Terendah dalam 3 Tahun, Ini Strategi Bertahan dari Pandemi

Berdasarkan catatan Bisnis, capaian laba bank berkode saham BMRI ini merupakan yang terendah dalam 3 tahun terakhir untuk pencatatan buku paruh tahun pertama. Penurunan kinerja laba tersebut dipengaruhi oleh penyebaran pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  19:16 WIB
Karyawati menghitung uang pecahan uang Rp100.000 di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawati menghitung uang pecahan uang Rp100.000 di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada semester I/2020 membukukan laba sebesar Rp10,55 triliun. Realisasi tersebut turun 24,56 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih tercatat sebesar Rp13,99 triliun.

Berdasarkan catatan Bisnis, capaian laba bank berkode saham BMRI ini merupakan yang terendah dalam 3 tahun terakhir untuk pencatatan buku paruh tahun pertama.

Sebagai perbandingan, pada semester I/2018, Bank Mandiri masih mampu mencetak laba bersih Rp12,2 triliun dan kemudian meningkat menjadi Rp13,99 triliun pada periode yang sama tahun 2019.

Namun, pada tahun ini penurunan kinerja laba tidak terelakkan akibat pengaruh penyebaran pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian.

Meskipun demikian, Direktur Keuangan dan Strategi Silvano Winston Rumantir menyatakan BMRI masih tetap berkomitmen untuk mencetak kinerja positif sampai dengan akhir tahun dengan mempertimbangkan kondisi pemulihan ekonomi sepanjang semester II.

“Fokus Bank Mandiri adalah pertumbuhan kredit dengan penyaluran program penempatan dana pemerintah dan fokus pada sektor-sektor yang prospektif. Selain itu, kami akan terus melakukan efisiensi biaya serta akselerasi digitalisasi. Ini upaya kami untuk mencapai profit yang baik tahun ini,” katanya, Rabu (19/8/2020).

Namun, Silvano tidak secara eksplisit menyebutkan berapa laba bersih yang diincar perseroan pada akhir tahun. 

Mengingat pendapatan konvensional dari bunga yang relatif stagnan selama semester I/2020, BMRI menyatakan akan memacu sumber pendapatan nonbunga alias fee based income (FBI) dari transaksi.

Fee based income kami proyeksikan agar bisa tetap bisa tumbuh stabil mengikuti pertumbuhan bisnis transaksi debitur dan nasabah di Bank Mandiri,” tuturnya. 

Selama semester I/2020, Bank Mandiri memang mencatatkan penurunan net interest margin (NIM) menjadi 4,76%, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya 5,49%. Begitu juga dengan total pendapatan bunga dan syariah bersih, relatif stagnan di kisaran Rp29,7 triliun.

Sementara itu, pendapatan nonbunga (fee based income/FBI) justru naik 8,64% secara tahunan menjadi Rp13,59 triliun.  Wakil Direktur Utama Hery Gunardi mengatakan di tengah tren pertumbuhan kredit yang terbatas, perseroan harus berupaya mendorong pertumbuhan FBI.

Salah satunya berupa pendapatan dari transaksi nasabah, terutama melalui inovasi digital banking. Apalagi, tren transaksi melalui channel digital meningkat signifikan selama pandemi. Selaain itu, BMRI  juga akan mendorong FBI dari transaksi trade, bank garansi, serta treasury.

“Kalau transaksi meningkat, artinya bank akan mendapatkan fee based dari transaksi itu,” kata Hery.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank mandiri Kinerja Emiten
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top