Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waspada! Nasabah Ganti Nomor HP, Mobile Banking Bisa Dikuras

Mengganti sim card tanpa melakukan update atau pembaruan data pada mobile banking bisa menjadi sasaran kejahatan perbankan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 September 2020  |  09:39 WIB
Ilustrasi Mobile Banking - Istimewa
Ilustrasi Mobile Banking - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengguna layanan mobile banking yang mengganti nomor telepon seluler perlu mewaspadai adanya kejahatan perbankan.

Pasalnya, nomor telepon seluler lama yang terhubung dengan mobile banking bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menguras dana yang tersimpan di bank jika nasabah tidak melakukan pembaruan data.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja pun meminta tolong kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendorong operator seluler untuk menghapus data yang terekam di nomor seluler yang telah tidak dipakai oleh pemilik nomor lama.

Operator seluler juga paling tidak mengingatkan pemilik nomor mengenai bahayanya mengganti sim card tanpa melakukan update atau pembaruan data pada mobile banking.

Pemilik nomor yang mengganti sim card, lanjutnya, bisa lebih mudah terkena kejahatan jika password mobile banking yang dibuat begitu sederhana. Misalnya, hanya menggunakan tanggal lahir atau deretan angka berurutan.

"Saya mau minta tolong Kominfo, nasabah ganti nomor telepon, nomor lama diabaikan, itu kejadian kalau ada yang menggunakan nomor itu dan password mobile banking mudah sekali, tanggal lahir, angka 123, maka akan kejebol," katanya, Kamis (3/9/2020).

BCA, lanjutnya, saat ini sudah memiliki call center 24 jam yang melayani nasabah. Di tengah kecanggihan teknologi, BCA tetap memiliki layanan tersebut untuk memudahkan nasabah yang tidak terlalu melek teknologi.

"Milenial bisa mudah akses informasi, tolong mereka yang punya uang kadang-kadang yang gaptek. Kalau tidak ada call center mereka kesulitan," sebutnya.

Jahja menegaskan pihaknya siap mengganti 100 persen dana nasabah yang mengalami kejahatan digital dengan syarat tertentu.

Menurutnya, bank siap mengganti 100 persen dana nasabah jika terjadi skimming maupun kejahatan digital lainnya yang membuat penggandaan data nasabah. Jika kejahatan tersebut terjadi karena kesalahan nasabah yakni memberikan PIN ke orang lain maupun menggunakan kode PIN yang mudah, terhitung sebagai kelalain nasabah.

"Mohon maaf itu kelalaian nasabah, tapi kalau skimming 100 persen kami ganti, itu untuk meyakinkan nasabah dalam menggunakan digital payment," katanya.

Jahja mengatakan di tengah pandemi yang membatasi aktivitas nasabah di luar rumah, BCA tetap berupaya menjaga layanan digital dari serangan hacker. Selain itu, nasabah juga tidak perlu khawatir dengan dana yang disimpan di bank.

"Hacker segala macam kami coba cover untuk berikan kenyamanan penuh, seperti orang khawatir kalau bank dirampok duit nasabah bagaimana. Hal itu penting sekali kami tekankan pada masyarakat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca mobile banking pelayanan bank kejahatan siber
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top