Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Struktur Pemegang Saham Bukopin setelah Private Placement Rp3,1 Triliun

Pada aksi korporasi private placement, Bank Bukopin menerbitkan saham baru sebanyak 16.360.578.947 lembar saham kelas B dengan nilai transaksi Rp190 per lembar saham.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 September 2020  |  20:30 WIB
Bank Bukopin - Bisnis.com
Bank Bukopin - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- KB Kookmin Bank telah merampungkan proses private placement di PT Bank Bukopin Tbk.

Dari aksi ini Bank Bukopin mendapatkan dana Rp3,1 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan dan likuiditas perseroan.

Dengan selesainya proses Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), komposisi pemegang saham Bank Bukopin menjadi KB Kookmin Bank, sebagai pemegang saham pengendali, dengan kepemilikan 67 persen.

Kemudian pemegang saham publik termasuk di dalamnya Kopelindo dengan kepemilikan 18,14 persen, Bosowa Corporindo dengan kepemilikan 11,68 persen, dan Negara Republik Indonesia dengan kepemilikan sebesar 3,18 persen.

Aksi korporasi lanjutan tersebut telah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam RUPSLB 25 Agustus lalu, menyusul proses yang telah diselesaikan dengan regulator sebelumnya. Rencana pelaksanaan PMTHMETD telah diumumkan pada 26 Agustus 2020.

Sesuai rencana, transaksi penambahan modal itu telah dilakukan pada 2 September 2020. Pada aksi korporasi lanjutan ini, Bank Bukopin menerbitkan saham baru sebanyak 16.360.578.947 lembar saham kelas B dengan nilai transaksi Rp190 per lembar saham.

Sesuai dengan keterbukaan informasi yang sudah dilakukan pada tanggal 14 Juli, 19 Agustus dan 26 Agustus, saham baru tersebut diserap seluruhnya oleh KB Kookmin Bank, yang merupakan pemegang saham pengendali bank pasca proses aksi korporasi sebelumnya, Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) yang berakhir 30 Juli 2020.

Atas hasil PMTHMETD tersebut, Bank Bukopin kini memiliki struktur permodalan yang solid. Dana yang berhasil diserap Perseroan sejumlah Rp3,1 triliun sehingga rasio kecukupan modal Perseroan diperkirakan dapat membaik hingga kisaran 16–17 persen.

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono menyatakan masuknya tambahan investasi KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali perseroan akan diiringi dengan upaya transformasi dan kolaborasi yang harmonis antara Bank Bukopin dan KB Kookmin Bank.

Menurutnya, masuknya tambahan investasi KB Kookmin Bank di Bank Bukopin, terutama di tengah masa pandemi Covid-19, menjadi bukti daya tarik investasi di Indonesia masih sangat menarik.

"Maka harus dilakukan kolaborasi yang luar biasa, karena proses penambahan modal ini tidak lepas dari dukungan pemegang saham, regulator dan pemerintah. Kolaborasi dari seluruh lini, salah satunya product development hingga penjualan sedang kami garap. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk kami maju bersama dengan solid,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Jumat (4/9/2020).

Bank Bukopin yakin dengan kolaborasi yang akan berjalan pasca PMTHMETD akan membuahkan pertumbuhan kinerja yang positif dan dapat bersaing dalam industri perbankan Nasional hingga global.

“Dengan bergabungnya Bank Bukopin dalam KB Financial Group sebagai induk grup usaha KB Kookmin Bank, adalah momentum yang sangat baik untuk mengadaptasi international best practice guna menjadikan Bukopin dapat bersaing lebih baik di Indonesia maupun secara global," lanjutnya.

Ke depan, Rivan menjelaskan Bank Bukopin masih akan tetap fokus pada segmen ritel yang di dalamnya terdapat sektor UMKM dan konsumer sebagai engine growth dan segmen komersial sebagai penyeimbang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue bukopin Kookmin Bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top