Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BRI Beri Keringanan Kredit 2,9 Juta Debitur. Berapa yang Kembali Lancar?

Sampai dengan Agustus 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi senilai Rp189 triliun kepada 2,9 juta debitur.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 September 2020  |  09:04 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. meyakini sekitar 93 persen debitur terdampak pandemi dapat kembali bangkit setelah dilakukan restrukturisasi.

Chief Financial Officer Bank BRI Haru Koesmahargyo menyatakan sampai dengan Agustus 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi senilai Rp189 triliun kepada 2,9 juta debitur. Hal ini dilakukan agar nasabah mikro BRI tetap bisa bertahan di tengah pandemi.

"Sehingga ketika masa Covid-19 berakhir, mereka tetap melangsungkan aktivitasnya. Sehingga dalam jangka waktu yang singkat, tidak ada yang sudah terlanjur menghentikan usahanya atau melakukan lay off. Menolong nasabah UMKM berarti juga menolong ekonomi Indonesia," katanya, Selasa (16/9/2020).

BRI meyakini nasabah mikro mampu bangkit pascarestrukturisasi. Dalam perhitungan moderat, mereka yang kemungkinan gagal setelah direstrukturisasi sekitar 7 persen. Artinya, sekitar 93 persen nasabah yang direstrukturisasi akan kembali lancar.

Sementara dalam skenario terburuk, mereka yang sulit bangkit setelah direstrukturisasi sekitar 15 persen. Adapun, yang menyumbang NPL sekitar 1 persen.

Kondisi tersebut tidak bisa dihindari di tengah pandemi. Meski begitu, BRI melihat pelaku usaha sangat positif dalam mengadapi masa pandemi.

"Tapi kami lihat, apakah persyaratannya masih memungkinkan? Kami akan restrukturisasi ulang, kami kasih kesempatan lagi. Tapi kalau itu juga gagal, tetapi persentasenya lebih kecil lagi, kami sudah siapkan cadangan. Ini biaya krisis," katanya.

Terkait penerapan PSBB jilid II yang berlaku sejak 14 September 2020, Haru menyatakan BRI jauh lebih siap menghadapi kondisi tersebut. Demikian pula, perbankan secara umum sudah menyiapkan diri setelah belajar dari pengalaman ketika dilakukan PSBB pertama kali sekitar Maret 2020.

Selain menyiapkan kebijakan people first, BRI juga mulai melakukan penyelamatan terhadap bisnis nasabah.

"Pertama, kami melakukan restrukturisasi kepada debitur BRI. Kami mulai dari yang paling kecil, paling bawah. Kondisi krisis yang berdampak pada semua level dan tingkat sosial. Kedua, kami juga melaksanakan partisipasi pada program pemerintah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bri restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top