Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinyal The Fed, Suku Bunga Mendekati Nol Persen Hingga 2023

Untuk mengangkat ekonomi dari jurang resesi, maka The Fed memberi sinyal bahwa suku bunga mendekati nol akan bertahan hingga 2023.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 17 September 2020  |  02:29 WIB
Warga melintas di depan gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Rabu (31/7/2019). Bloomberg - Andrew Harrer
Warga melintas di depan gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Rabu (31/7/2019). Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Federal Reserve memberi sinyal bahwa suku bunga mendekati nol akan bertahan hingga 2023 untuk mengangkat ekonomi dari resesi virus Corona.

Pembuat kebijakan Federal Reserve mengisyaratkan bahwa suku bunga mendekati nol akan bertahan hingga 2023. Kebijakan moneter tersebut juga diharapkan bisa membantu ekonomi AS dalam pulih dari dampak virus corona.

Mengutip dari Business Insider, Kamis (17/9/2020), dalam proyeksi ekonomi terbaru yang diterbitkan Rabu, 16 dari 17 pejabat Fed mengatakan mereka berencana untuk mempertahankan suku bunga pada level yang secara historis rendah hingga 2022. Tiga belas pejabat memperkirakan suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2023.

Sementara itu, proyeksi baru mengikuti kesimpulan dari pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal. Bank sentral AS memilih untuk menahan suku bunga acuan dalam kisaran 0 persen hingga 0,25 persen, serta melanjutkan pembelian asetnya.

"FOMC mengharapkan mempertahankan sikap akomodatif kebijakan moneter sampai lapangan kerja maksimum dan tingkat inflasi rata-rata 2 persen tercapai," seperti dikutip dari pernyataan.

Hasil lain dari kerangka kebijakan baru Fed yakni berencana menargetkan sasaran inflasi pada level 2 persen dalam jangka waktu yang lebih lama.

Jerome Powell dan pembuat kebijakan lainnya telah berulang kali menekankan bahwa kebijakan moneter tidak cukup untuk menarik ekonomi keluar dari keterpurukan akibat virus corona. Adapun inflasi AS diperkirakan mencapai 1,2 persen pada 2020, atau hampir setengah dari target bank sentral.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga Kebijakan The Fed federal reserve
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top