Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Likuiditas Longgar, Bunga Deposito dan Kredit Lanjutkan Penurunan

Likuiditas yang longgar didorong oleh quantitative easing BI, yang hingga 15 September 2020 mencapai sekitar Rp662,1 triliun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 17 September 2020  |  15:18 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan kondisi likuiditas di pasar saat ini dalam kondisi longgar atau lebih dari cukup.

Hingga 15 September 2020, BI telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp662,1 triliun, terutama bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp491,3 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kondisi likuiditas yang lebih dari cukup tersebut mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 29,22 persen pada Agustus 2020 dan rendahnya suku bunga PUAB overnight, sekitar 3,31 persen pada Agustus 2020.

"Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI7DRR) berkontribusi menurunkan suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Agustus 2020 dari 5,63 persen dan 9,47 persen pada Juli 2020 menjadi 5,49 persen dan 9,44 persen," ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara daring pada Kamis (17/9/2020).

Pada bulan sebelumnya, rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 juga lebih rendah dibandingkan dengan level bulan sebelumnya, yaitu sebesar 5,74 persen dan 9,48 persen.

Sementara itu, Perry menyebutkan imbal hasil SBN 10 tahun pada Agustus-September 2020 meningkat dari 6,83 persen pada Juli 2020 menjadi 6,87 persen pada Agustus 2020 dan 6,92 persen per 15 September 2020 sejalan proses penyesuaian pelaku asing di pasar keuangan domestik.

Dari besaran moneter, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Agustus 2020 meningkat menjadi 19,3 persen yoy dan 13,3 persen yoy, terutama didorong dampak ekspansi operasi keuangan pemerintah.

"Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan," kata Perry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia suku bunga deposito bunga kredit
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top