Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Indonesia Resesi, Kredit September 2020 Hanya Tumbuh 0,12 Persen

Bank Indonesia (BI) mecatat pertumbuhan kredit pada September 2020 turun dari 1,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2020 menjadi 0,12 persen yoy.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  15:31 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pertumbuhan kredit yang rendah pada sepanjang tahun ini kembali mencatatkan penurunan pada September 2020.

Bank Indonesia (BI) mecatat pertumbuhan kredit pada September 2020 turun dari 1,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2020 menjadi 0,12 persen yoy.

"Fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi Covid-19," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/10/2020).

Sementara itu, BI mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) naik dari 11,64 persen yoy pada Agustus 2020 menjadi 12,88 persen yoy, didorong oleh ekspansi keuangan Pemerintah.

Perry memperkirakan intermediasi perbankan ke depan akan membaik sejalan dengan prospek perbaikan kinerja korporasi dan pemulihan ekonomi domestik, serta konsistensi sinergi kebijakan yang ditempuh.

Menurutnya, hal ini tercermin dari kinerja korporasi pada kuartal III/2020 yang sudah terindikasi membaik secara perlahan, di antaranya peningkatan penjualan, kemampuan bayar, serta penerimaan perpajakan terutama pada sektor industri dan perdagangan.

"Selain itu, restrukturisasi kredit perbankan masih berlanjut, termasuk untuk UMKM yang mencapai 36 persen dari total kredit, ditopang likuiditas yang meningkat," katanya.

Perry menambahkan, koordinasi kebijakan makroprudensial akan terus diperkuat dengan kebijakan fiskal oleh pemerintah, pengawasan mikroprudensial oleh OJK, dan penjaminan simpanan oleh LPS untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kredit Resesi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top