Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Genjot Ekonomi Syariah, ISEF Target Lahirkan Pengusaha Milenial Baru

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan diadakan mulai 27 Oktober hingga 31 Oktober 2021 menargetkan banyak pencapaian, salah satunya menghasilkan entrepreneur muda syariah.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui streaming di Jakarta, Selasa (24/3/2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui streaming di Jakarta, Selasa (24/3/2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Industri syariah terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar, Indonesia belum memanfaatkan itu.

Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan mengadakan festival ekonomi syariah atau Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan diadakan mulai 27 Oktober hingga 31 Oktober 2021.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada beberapa target yang dicapai melalui agenda tersebut.

Pertama adalah pemberdayaan ekonomi syariah. Di situ ingin membentuk ekosistem rantai nilai halal di sektor pertanian, fesyen berkelanjutan, makanan sehat dan organik, pariwisata ramah muslim, termasuk pemberdayaan ekonomi muslim pesantren.

“Lalu tersedia kawasan industri halal di Cikande Halal Valley dan kemunculan entrepreneur milenial baru seperti isyefpreneur, hijrahpreneur, dan santripreneur,” katanya pada sambutan ISEF 2020 melalui virtual, Rabu (28/10/2020).

Perry menjelaskan bahwa yang kedua adalah penguatan keuangan syariah. Targetnya yaitu sukuk sebagai unggulan instrumen keuangan komersial.

“Juga Islamic sosial finance sebagai sumber pembiayaan ekonomi baru atau wakaf produktif,” jelasnya.

Dalam memperkuat ekonomi syariah, pemerintah telah menandatangani conditional merger agreement (CMA) yaitu menggabungkan Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah. Diharapkan bank hasil penyatuan itu beroperasi pada Februari 2021.

Bank syariah baru akan mempunyai aset sebesar Rp225 triliun dengan 1.200 kantor cabang. Pada 2025 asetnya menjadi Rp350 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper