Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Ekonomi dan Keuangan Syariah, Jokowi Ingin Indonesia Jadi Rujukan Global

Akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju maju dan upaya menjadikan Indonesia sebagai rujukan ekonomi dan keuangan syariah global.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  17:55 WIB
Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi tentang UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Jumat, 9 Oktober 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.  - BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi tentang UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Jumat, 9 Oktober 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. - BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Pasalnya, sektor ini diminati berbagai negara di dunia.

Jokowi mencontohkan Jepang, Thailand, hingga Amerika Serikat tertarik dengan ekonomi dan keuangan syariah. Oleh karena itu, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memanfaatkannya.

“Akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju maju dan upaya menjadikan Indonesia sebagai rujukan ekonomi dan keuangan syariah global,” katanya dalam sambutan virtual, Rabu (28/10/2020).

Jokowi menjelaskan bahwa dalam mengembangkannya, pemerintah telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Lembaga tersebut dipimpin langsung oleh dirinya.

“Dengan strategi besar melakukan penguatan halal value chain, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, dan penguatan ekonomi digital,” jelasnya.

Sementara itu, Industri halal tercatat menjadi sektor yang tengah berkembang di dunia. Pada 2018, nilainya mencapai US$2,2 triliun. Pertumbuhannya 5,2 persen per tahun.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia berada pada 4 ranking dunia untuk pariwisata halal, nomor 3 fesyen muslim, dan 5 keuangan syariah. Namun, makanan halal Indonesia belum masuk 10 besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ekonomi syariah
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top