Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Prospek Kredit Tahun Depan, Begini Kata Bos BCA

Berdasarkan Analisis Uang Beredar, pertumbuhan kredit pada akhir September 2020 minus 0,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Bagaimana dengan proyeksi tahun depan?
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  19:26 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020). Dokumen BCA.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020). Dokumen BCA.

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja optimistis kinerja kredit akan lebih baik pada tahun depan.

Hanya saja, distribusi vaksin serta tren peningkatan virus corona tetap menjadi pertimbangan ekspansi.

"Jujur saja, kalau vaksin berjalan sesuai rencana, harusnya potensi lebih baik. Cuma siapa yang jamin?" katanya kepada Bisnis, Kamis (29/10/2020).

Di mengatakan Prancis baru saja menerapkan lockdown total kembali karena mobilitas masyarakat yang meningkat.

Bahkan pandemi di negara tersebut banyak memakan korban yang pada akhirnya membuat kinerja banyak pelaku usaha kembali tertekan.

"Jadi, kalau prediksi susah sekali dalam keadaan sekarang,"imbuhnya.

Jahja sebelumnya menjelaskan penurunan kinerja pada kuartal ketiga lebih disebabkan oleh permintaan kredit yang sangat rendah, bahkan lebih banyak pelunasan.

Namun, dia menyampaikan permintaan kredit sudah mulai masuk dalam proses pemulihan. Dia pun menyebutkan perseroan masih optimistis menyalurkan kredit lebih baik untuk akhir tahun ini dan tahun depan.

"Kami akan berusaha cari kesempatan apakah nasabah butuh kredit, tetapi harus sesuai dengan standar yang dibutuhkan bank," katanya belum lama ini.

Adapun, dia menjelaskan ketersediaan likuiditas dan modal pun bukan menjadi masalah bagi perseroan dalam ekspansi kredit.

Perseroan bahkan sudah menekan beban dana, yang perlahan-lahan ditransmisikan ke suku bunga kredit untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi.

Dia pun menyebutkan debitur-debitur saat ini juga mendapat keringanan yang cukup besar dari sisi restrukturisasi dan penjaminan kredit.

"Kami sangat bersyukur atas program relaksasi dari regulator yang membantu perbankan dan nasabah dalam melewati masa yang sulit untuk mencapai pemulihan,” tuturnya.

Adapun, berdasarkan Analisis Uang Beredar Bank Indonesia, pertumbuhan kredit pada akhir September 2020 minus 0,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Realisasi ini merosot dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 0,6 persen YoY.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan kredit jahja setiaatmadja
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top