Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kelompok Bank Ini Dorong Perlambatan Kredit Secara Industri

Realisasi pertumbuhan kredit pada September melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang tumbuh sebesar 1,04 persen yoy senilai Rp5.522 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 November 2020  |  16:15 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pertumbuhan kredit perbankan pada September 2020 sebesar 0,12 persen secara tahunan dengan nilai Rp5.531 triliun.

Realisasi ini melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang tumbuh sebesar 1,04 persen yoy senilai Rp5.522 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan pelemahan tersebut salah satunya didorong oleh penyaluran kredit kelompok bank umum swasta nasional.

"Fungsi intermediasi pada September 2020 tumbuh 0,12 persen, melemah dibandingkan dengan Agustus sebesar 1,04 persen. Pelemahan ini didorong oleh bank swasta nasional," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Senin (2/11/2020).

Dari data yang dipaparkan oleh OJK, terlihat bahwa bank umum swasta nasional mencatatkan kontraksi kredit sebesar 2,61 persen secara tahunan menjadi Rp2.399,7 triliun. Jika sepanjang tahun berjalan, kelompok ini mencatatkan koreksi 3,69 persen.

Namun, tidak hanya kelompok bank umum swasta nasional, bank asing juga membukukan penurunan penyaluran kredit secara tahunan pada September 2020.

Penurunan kredit kelompok bank asing mencapai 5,24 persen yoy menjadi Rp230,9 triliun. Walaupun secara tahunan bank asing mencatatkan penurunan cukup dalam, sepanjang tahun berjalan masih tumbuh positif kendati hanya 0,27 persen ytd.

Sementara itu, bank-bank milik negara mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 2,54 persen yoy dan -0,32 persen secara ytd dan bank BPD menjadi 'juara' dengan pertumbuhan kredit sebesar 5,20 persen yoy dan 2,73 persen ytd.

Menurut Wimboh, belum kuatnya permintaan kredit perbankan disebabkan oleh kehati-hatian sektor swasta terhadap proyeksi ekonomi ke depan.

"Ini karena kehati-hatian swasta terhadap bagaimana outlook ke depan," katanya.

Kendati secara total kredit perbankan mengalami perlambatan, tetapi Wimboh menyebutkan beberapa jenis kredit tertentu secara bulanan tumbuh positif dan diharapkan memberikan sentimen yang baik ke depan.

"Kredit modal kerja dan konsumsi positif secara bulanan selama pandemi, terutama kredit multiguna dan rumah tangga," ujar Wimboh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK bpd bank asing wimboh santoso bank bumn bank swasta
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top