Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Banten Butuh Modal, Mau Terbitkan Saham Baru dan Bidik Dana Rp3,04 Triliun

Dilakukannya aksi korporasi ini juga berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2020.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 05 November 2020  |  13:42 WIB
Bank Banten Butuh Modal, Mau Terbitkan Saham Baru dan Bidik Dana Rp3,04 Triliun
Gedung Bank Banten - bankbanten.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Aksi korporasi sebagai upaya penyehatan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten) mulai dekat. Perseroan tetap optimistis menargetkan dana yang bisa diperoleh lewat aksi tersebut bakal mencapai Rp3,04 triliun.

Dana tersebut rencananya didapat lewat Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI atau rights issue. Nilai estimasi penambahan modal dari PUT VI adalah Rp1,55 triliun hingga Rp3,04 triliun.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan sesuai dengan keterbukaan informasi target dalam dana rights issue sebanyak-banyaknya Rp3,04 triliun.

"Kami masih berproses semuanya dan diharapkan semuanya sudah beres sebelum akhir tahun," katanya kepada Bisnis, Kamis (5/11/2020).

Dilakukannya aksi korporasi ini juga berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2020. Dalam Perda tersebut, Pemprov Banten selaku pemegang saham perseroan melalui PT Banten Global Developtment (BGD) bakal memperkuat modal Bank Banten dengan nilai mencapai Rp 1,55 triliun.

Upaya ini juga dimaksudkan untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Dalam aturan itu memang dijelaskan kalau seluruh bank di Tanah Air diwajibkan memiliki modal inti minimum sebesar Rp 3 triliun.

Sebagai informasi, rencana aksi korporasi ini juga telah mendapat persetujuan para pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 2 Oktober 2020.

Sebagai gambaran informasi saja, merujuk pada laporan keuangan Bank Banten pada Juli 2020 lalu, total modal inti (Tier 1) perseroan memang sangat kecil yaitu hanya sebesar Rp63,09 miliar saja. Jumlah itu menurun drastis dari periode setahun sebelumnya yang sempat mencapai Rp217,22 miliar.

Setelah PUT VI, perseroan juga kembali akan mengadakan PUT VII. BEKS pun mengaku saat ini memiliki sejumlah strategic partner.

Jika penambahan modal ini berhasil, BEKS pun memproyeksikan rasio kecukupan modal setelah dilakukan rights issue akan mencapai 45 persen sampai 50 persen. Sebagai upaya penyehatan, BEKS pun berupaya mencari strategic partner yang akan ikut dalam rights issue tersebut.

Sebelumnya, Direktur Bank Banten Kemal Idris megatakan pihaknya masih mengupayakan investor lain yang akan masuk menjadi strategic partner BEKS. Sejauh ini, pengurus BEKS menyatakan masih intens melakukan komunikasi dengan calon partner strategis tersebut.

"Kami upayakan terkait investor lain, baik eksisting maupun calon investor strategis, masih berproses, dari pengurus sudah berkomunikasi," katanya.

Pemerintah Provinsi Banten pun mendukung rencana BPD Banten yang akan melakukan rights issue untuk menghindari terjadinya merger.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue modal BEKS Bank Banten emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top