Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Enggan Pangkas Suku Bunga, Mantan Menkeu Ini Ungkap Penyebabnya

Menurut Mantan Menteri Keuangan Era SBY ini, BI mengkhawatirkan penurunan suku bunga lebih lanjut akan berdampak pada nilai tukar rupiah yang akan menyebabkan arus modal asing keluar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 11 November 2020  |  16:50 WIB
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Darren Whiteside
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia telah menahan suku bunga acuan selama 3 bulan terakhir. Penurunan suku bunga acuan dilakukan pada Juli 2020 sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen.

Ekonom Senior Chatib Basri menilai BI sebenarnya masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan karena tingkat inflasi selama ini tercatat berada pada kisaran yang rendah.

"BI menurut saya punya ruang menurunkan bunga lebih jauh karena inflasi rendah, tapi BI kelihatannya enggan karena takut nilai tukar rupiah kena," katanya dalam Webinar Economic Outlook 2021 : Menebak Arah Ekonomi 2021, Peluang, dan Tantangan, Rabu (11/11/2020).

Menurut Mantan Menteri Keuangan Era SBY ini, BI mengkhawatirkan penurunan suku bunga lebih lanjut akan berdampak pada nilai tukar rupiah yang akan menyebabkan arus modal asing keluar.

Namun, Chatib memperkirakan nilai tukar rupiah ke depan akan tetap berada pada kisaran 14.000 hingga 15.000, dengan titik tengah di 14.500.

Pasalnya, The Fed masih akan terus menerapkan kebijakan suku bunga yang rendah, bahkan hingga 3 tahun ke depan. Hal ini pun diikuti dengan negara lainnya, termasuk kebijakan quantitative easing.

Chatib memperkirakan, nilai tukar baru akan terdampak ketika The Fed harus melakukan konsolididasi sehingga harus kembali meningkatkan suku bunga.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Rupiah chatib basri suku bunga acuan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top