Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Porsi Pembiayaan Syariah ke UMKM Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pembiayaan syariah ke segmen UMKM naik signifikan yakni sebesar 14,72% secara year on year (yoy) per September 2020. Kenaikan tersebut melampaui pertumbuhan pembiayaan syariah ke segmen non-UMKM sebesar 7,52% secara yoy.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  02:22 WIB
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Porsi pembiayaan syariah ke segmen UMKM yang masih rendah menjadi pekerjaan rumah bagi industri perbankan syariah.

Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pembiayaan syariah ke segmen UMKM naik signifikan yakni sebesar 14,72% secara year on year (yoy) per September 2020. Kenaikan tersebut melampaui pertumbuhan pembiayaan syariah ke segmen non-UMKM sebesar 7,52% secara yoy.

Meski demikian, porsi pembiayaan UMKM terbilang masih rendah yakni 18,40% dari total pembiayaan syariah. Angka tersebut jauh di bawah porsi pembiayaan non-UMKM sebesar 81,60%.

Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin mengatakan upaya perbankan syariah untuk masuk ke pasar UMKM sejauh ini belum berhasil. Hal ini disebabkan kualitas sumber daya manusia yang belum mumpuni untuk mempelajari nature business UMKM.

"Bahkan beberapa konsep yang pernah dibuat Danamon dengan Danamon Simpan Pinjam, Bank BJB dengan Waroeng BJB, belum membuahkan hasil. Sehingga untuk memacu pertumbuhan yang lebih cepat untuk bank syariah, mereka cenderung bermain di corporate dan commercial," katanya, Kamis (17/12/2020).

Hadirnya banyak syariah terbesar nasional yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk., bank hasil merger tiga bank syariah milik BUMN, semestinya dapat mendorong porsi pembiayaan ke segmen UMKM. Saat ini hanya PT Bank BRIsyariah Tbk. tercatat memiliki porsi cukup besar dalam pembiayaan ke segmen UMKM.

Per September 2020, pembiayaan UMKM BRI Syariah sebesar Rp18,7 triliun atau 46% dari total pembiayaan sebesar Rp40 triliun. Adapun, BNI Syariah mencatat pembiayaan UMKM sebesar Rp5,99 triliun atau 18,56% dan Mandiri Syariah sebesar Rp11,67 triliun atau 14,72% dari total pembiayaan.

Amin mengatakan kemampuan BRI Syariah mendorong pembiayaan UMKM mengikuti fokus induk usahanya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang memang fokus di usaha mikro. Ke depan, SDM Bank Syariah Indonesia perlu dibekali pemahaman mengenai detail risiko yang akan muncul di bisnis UMKM.

Dari situ, harapannya bank syariah hasil merger akan mampu mendorong pembiayaan kepada UMKM. "Selain itu bisa dengan melakukan benchmarking ke Bank BRI sebagai satu satunya bank yang sukses menjaga kredit di segmen UMKM selama berpuluh puluh tahun," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan perbankan syariah
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top