Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Syariah Indonesia (BRIS) Bakal Beri Efek Berganda ke Keuangan Syariah

Bank hasil penggabungan nantinya akan melakukan kegiatan usaha di 1.200 lebih kantor cabang dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  12:55 WIB
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Merger bank syariah BUMN yang melibatkan 3 bank syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah, dinilai akan membawa efek berganda ke industri keuangan syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ekonom Universitas Padjadjaran Aldrin Herwany dalam sebuah seminar online, Senin (21/12/2020).

Menurutnya, kalau bank syariah hasil merger bisa optimal, maka akan mempunyai multiplier effect. Misalnya saja asuransi syariah, dana pensiun syariah, dan produk halal ikut berkembang.

"Jadi, efeknya akan besar. Ini potensi, sangat-sangat potensi," ujar Aldryn, seperti dilansir Antara, Senin (21/12/2020).

Saat ini, proses penggabungan usaha ketiga bank syariah BUMN tersebut terus berjalan. Proses merger telah sampai pada tahap penandatanganan Akta Penggabungan, setelah masing-masing bank yang akan bergabung mendapat restu dari para pemegang saham melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menuntaskan merger.

Bank hasil penggabungan yang bernama Bank Syariah Indonesia itu nantinya akan melakukan kegiatan usaha di 1.200 lebih kantor cabang dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Total aset Bank Syariah Indonesia nantinya mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah tersebut menempatkan Bank Syariah Indonesia dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan Top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

"Di sektor ekonomi syariah ada loncatan yang besar nanti di 2021 karena bank BUMN kita sekarang itu sudah masuk tahapan proses merger yang sebenarnya. Nanti 2021, kan dirutnya sudah terpilih, komisaris sudah terpilih, bisa lari kencang ini. Karena kenapa? Asetnya juga besar, masuk 10 besar Islamic bank di dunia. Masuk kita di angka total aset dan kemampuan modalnya," kata Aldryn.

Bank Syariah Indonesia akan berstatus sebagai perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRIS.

Komposisi pemegang saham pada Bank Syariah Indonesia adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., (BMRI) 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., (BNI) 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.

Struktur pemegang saham tersebut adalah berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta penggabungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah keuangan syariah merger bank syariah Bank Syariah Indonesia

Sumber : Antara

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top