Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2021, Ini Tiga Sektor Investasi Potensial Menurut Alpha JWC Ventures

Asalkan startup tersebut mampu menjangkau pasar yang luas, mendobrak gaya layanan keuangan konvensional, dan punya fleksibilitas untuk terus mengembangkan aksesnya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  20:38 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan modal ventura Alpha JWC Ventures mengungkapkan setidaknya ada tiga sektor startup yang bisa jadi sorotan para investor pada periode 2021.

Jefrey Joe, Co-Founder and General Partner Alpha JWC Ventures mengatakan e-commerce atau platform jual-beli online, layanan teknologi finansial atau fintech, serta edutech bisa merupakan beberapa contoh sektor potensial.

Menurutnya, ini merupakan salah satu benefit dari Covid-19 di balik segala kondisi menantang yang ditimbulkannya. "Secara general kondisi pandemi ini menang menantang. Tapi bisa dilihat, ekonomi digital itu lagi naik, jadi justru ini waktunya untuk investasi," ujarnya, Senin (28/12/2020).

Jefrey mengungkapkan hal inilah yang menyebabkan pada 2020, pihaknya berani berinvestasi ke beberapa jenis startup seperti GudangAda, Co Learn, Bobobox, PasarPolis, Hangry, Rata, Saturdays, Storie, Mangkok ku, dan Ajaib.

Bagi Alpha JWC Ventures yang fokus kepada startup tahap awal lokal dan asli Indonesia, portfolio tersebut membuktikan bahwa menjamah beberapa sektor yang rawan seperti FnB sekalipun bukanlah masalah.

"Yang terpenting, fundamental startup itu baik, punya market secara digital, dan wajib memiliki kapasitas untuk scale up secara digital. Harapannya, lewat kinerja kami, Indonesia bisa jadi top of mind investment global. Karena ekonomi digital di sini punya potensi untuk ikut menumbuhkan banyak sektor usaha," tambahnya.

Fintech Masih Menggoda

Chandra Tjan, Co-Founder and General Partner Alpha JWC Ventures menjelaskan bahwa fintech tetap menggoda karena merupakan salah satu the next big thing di Indonesia.

Dia mencontohkan salah satu fintech investment di portfolio-nya, Ajaib, yang punya potensi merubah investment landscape di Indonesia karena mengakomodasi 'investasi receh' dengan tanpa dana awal dan tanpa tatap muka.

"Jadi 2021 nanti kita masih sangat agresif untuk investor, kita masih akan sangat aktif. Fintech salah satunya. Bisa dilihat tahun ini saja, di tengah pandemi, kita masih invest ke 10 company," ungkapnya.

Adapun Eko Kurniadi, Partner & Investment Alpha JWC Ventures mengungkapkan beberapa syarat agar suatu startup bisa dilirik investor. Di antaranya, mampu menjangkau pasar yang luas, mendobrak gaya layanan keuangan konvensional, dan punya fleksibilitas untuk terus mengembangkan aksesnya.

"Karena middle income di Indonesia ini sangat besar, tapi financial rate product itu masih di bawah rata-rata. Padahal, mereka sedang butuh yang namanya memutar aset, salah satunya lewat investasi. Jadi apapun itu, fintech harus bisa jamin aksesibilitas buat nasabahnya harus bisa terus improve, mereka harus bisa benar-benar jadi terobosan untuk inklusi keuangan," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi StartUp fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top