Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Tiga Negara, Modalku Lebarkan Sayap ke Thailand

Modalku kini telah resmi meluncurkan brand platform peer-to-peer (P2P) lending bertajuk 'Funding Societies' di Thailand, seperti dikenal pula di Singapura dan Malaysia.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  21:08 WIB
Reynold Wijaya (CEO & Co-Founder Modalku) dan Iwan Kurniawan (COO & Co-Founder Modalku). - Istimewa
Reynold Wijaya (CEO & Co-Founder Modalku) dan Iwan Kurniawan (COO & Co-Founder Modalku). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mitrausaha Indonesia Grup atau Modalku kembali berekspansi ke Thailand, kawasan Asia Tenggara lain setelah berhasil menembus pasar Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Modalku kini telah resmi meluncurkan brand platform peer-to-peer (P2P) lending bertajuk 'Funding Societies' di Thailand, seperti dikenal pula di Singapura dan Malaysia.

Tepatnya pada 2 Februari 2021, Funding Societies diberikan lisensi crowdfunding pinjaman oleh Securities and Exchange Commission (SEC), badan regulator keuangan Thailand.

Dengan izin tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan startup Thailand dapat menggunakan layanan Funding Societies untuk mendapatkan pinjaman usaha, baik dari pendana individu maupun institusi.

Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku, berharap besar dengan semakin luasnya jangkauan Grup Modalku di Asia Tenggara, bisa mendukung lebih banyak UMKM potensial untuk mengembangkan bisnisnya.

"Komitmen kami untuk memberikan fasilitas pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan UMKM juga ditunjukkan dengan menjadi salah satu penyelenggara P2P lending yang memiliki izin di 4 negara Asia Tenggara. Melalui kolaborasi antar negara, Grup Modalku akan terus berinovasi untuk menjadi platform fintech terpilih bagi seluruh stakeholder kami," ujarnya, Selasa (9/2/2021).

Dibangun atas dasar kepercayaan bahwa setiap UMKM berpotensi layak mendapatkan pinjaman usaha, Funding Societies Thailand berkomitmen untuk menyediakan akses terhadap modal usaha bagi para pelaku usaha serta alternatif investasi yang menarik bagi para pendana.

Lebih dari 50 persen dari 3 juta UMKM di Thailand terhambat oleh sulitnya memperoleh pinjaman usaha, khususnya pinjaman modal usaha jangka pendek. Institusi keuangan konvensional lebih fokus ke pinjaman jangka panjang atau pinjaman dengan agunan.

Menurut International Finance Corporation, situasi ini menyebabkan adanya kesenjangan dana usaha sebesar lebih dari USD40 miliar bagi UMKM Thailand.

Varun Bhandari, Country Head Funding Societies Thailand, menambahkan kurangnya pendanaan ini diperparah oleh pandemi Covid-19, di mana kreditur telah mengurangi akses pinjaman demi mengelola risiko finansial.

"UMKM berkontribusi terhadap 40 persen dari PDB Thailand, tetapi segmen ini menghadapi banyak tantangan saat berusaha mengakses pinjaman dari institusi konvensional, mulai dari kurangnya aset untuk jaminan, persyaratan dokumen yang sulit, serta proses persetujuan yang panjang," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dengan teknologi, Funding Societies menawarkan UMKM selaku borrower, cara baru untuk mendapatkan pinjaman usaha yang cepat, terjangkau, dan simpel.

"Di sisi lain, pendana [lender] di Thailand memperoleh kesempatan untuk memperluas instrumen alternatif investasi yang mereka miliki serta menghasilkan tingkat bunga yang menarik sambil memberdayakan usaha lokal," tambahnya.

Di Thailand, Funding Societies akan menyediakan berbagai opsi pinjaman tanpa persyaratan agunan untuk membantu UMKM melakukan ekspansi bisnis, memperoleh modal usaha, atau membiayai proyek.

Dengan teknologi perusahaan, UMKM dapat mengisi formulir aplikasi online yang simpel, mengirimkan beberapa dokumen, lalu menerima persetujuan pinjaman dalam 3 hari kerja.

Grup Modalku juga telah mengadakan kerja sama regional dengan Lazada, Zilingo, dan Bank CIMB agar dapat turut melayani UMKM dalam ekosistem mereka. Pendana di Thailand pun akan dapat masuk ke platform crowdfunding Funding Societies untuk mengakses
kesempatan mendanai berbagai pinjaman usaha.

Melalui aktivitas pendanaan, pendana mendapatkan diversifikasi alternatif investasi yang menarik. Di tengah pandemi covid-19, manajemen risiko Grup Modalku yang kuat telah mempertahankan tingkat default pinjaman di bawah 2 persen.

Pada akhirnya, dengan lisensi crowdfunding dari SEC ini, Grup Modalku dapat membawa platformnya ke Thailand untuk turut memberdayakan UKM dan pendana lokal.

Sekadar informasi, di Indonesia, Modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, di mana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan hingga Rp2 miliar.

Dana ini didapat dari para pendana atau lender platform, baik individu atau institusi yang mencari alternatif investasi melalui pasar digital.

Sampai saat ini, Grup Modalku yang mengawali usahanya sejak 2016, telah menyalurkan pinjaman usaha sekitar Rp21,8 triliun dengan lebih dari 3,7 juta transaksi pinjaman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand fintech Modalku P2P lending
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top